Gletser Pegunungan Alpen Mencair Lebih Cepat, Ilmuwan Beri Peringatan

Senin, 24 Oktober 2022 - 19:12 WIB
loading...
Gletser Pegunungan Alpen...
(Kiri) Mahasiswa Universitas Salford dalam kunjungan gletser Alpine pada tahun 2009 melihat ke arah Gletser Gorner. (Kanan) Pemandangan yang sama di tahun 2022. Foto/Science Alert
A A A
BERN - Gletser di Pegunungan Alpen Swiss mencair lebih cepat akibat perubahan iklim dan kenaikan temperatur yang menyergap benua Eropa. Pada 2022, Pegunungan Alpen telah kehilangan rata-rata 6,2 persen lapisan gletser, padahal 19 tahun lalu ketika kehilangan 2 persen saja sudah masuk kategori ekstrem.

Neil Entwistle, Profesor Ilmu Sungai dan Ketahanan Iklim, Universitas Salford mengatakan bahwa musim semi sangat keras karena pola cuaca atmosfer alami membawa debu Sahara ke Eropa dan menyelimuti lanskap Alpen. Diketahui debu menyerap lebih banyak energi matahari daripada salju (yang berwarna putih dan lebih memantulkan cahaya), dan membuat salju sekarang berwarna jingga mencair lebih cepat dari sebelumnya.

“Kembali ke musim panas ini. Di seberang Pegunungan Alpen, musim dingin sebelumnya memiliki curah salju yang sangat terbatas dan oleh karena itu gletser tidak terisolasi dengan baik terhadap musim panas yang akan datang,” katanya dikutip SINDOnews dari laman ScienceAlert, Senin (24/10/2022).

Baca juga; Gletser di Pegunungan Alpen Ditutup Selimut untuk Lindungi dari Panas Ekstrem

Entwistle menambahkan, kondisi ini diperburuk dengan gelombang panas besar dengan rekor suhu tinggi di seluruh Eropa, bahkan beberapa bagian Inggris mencapai 40 derajat Celcius untuk pertama kalinya. Pegunungan Alpen pun tak bisa terhindar dari dampak gelombang panas, misalnya Desa Zermatt, yang bebas mobil di Swiss, mencatat suhu hingga 33 derajat Celcius meskipun berada 1.620 meter di atas permukaan laut.

“Terakhir kali gletser mengalami musim pencairan yang ekstrem adalah pada tahun 2003 ketika, suhu sangat tinggi di seluruh Eropa, dan gelombang panas menewaskan sedikitnya 30.000 orang. Pada tahun itu rata-rata 3,8 persen es gletser mencair di seluruh Swiss,” katanya.
Gletser Pegunungan Alpen Mencair Lebih Cepat, Ilmuwan Beri Peringatan


Tahun ini, untuk pertama kalinya, Zermatt menutup wisata ski musim panasnya. Pemandu berhenti memimpin ekspedisi gunung tinggi karena lapisan es, tanah beku yang mengikat bebatuan, mencair dan menyebabkan runtuhan batu yang hampir konstan. Mont Blanc ditutup.

Baca juga; Gletser Es Patagonia Mencair Lebih Cepat, Lapisan Bumi Ikut Terangkat

Dia menambahkan, penelitian yang baru saja diterbitkan telah menunjukkan bahwa gletser Austria juga telah kehilangan lebih banyak es glasial pada tahun 2022 dibandingkan dengan pengamatan selama 70 tahun. Oleh karena itu cukup jelas bahwa pencairan yang parah telah menjadi ancaman pada tahun 2022.

“Ketakutan saya adalah pencairan es yang terus berlanjut dan suhu ekstrem yang terjadi tahun ini bukanlah sebuah anomali. Ini akan berakibat lebih banyak gletser bisa hilang seluruhnya dalam satu generasi,” ujarnya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Suhu Air Laut Meningkat,...
Suhu Air Laut Meningkat, Ahli Prediksi El Nino Super Bakal Terjadi
Manusia Memperlambat...
Manusia Memperlambat Putaran Rotasi Bumi, Ini Buktinya
ESA Menyelidiki Bola...
ESA Menyelidiki Bola Api Misterius yang Menerangi Langit Eropa
Gerhana Bulan Merah...
Gerhana Bulan Merah Mewarnai Langit Indonesia Malam Ini
Komet Ini Secara Misterius...
Komet Ini Secara Misterius Berbalik Arah setelah Melewati Matahari
Bukan Pelangi Biasa,...
Bukan Pelangi Biasa, Ini Fakta Awan Warna-Warni di Jonggol Menurut Ahli IPB
Fenomena Awan Pelangi...
Fenomena Awan Pelangi Muncul di Langit Jonggol, BMKG: Berkaitan dengan Optik Atmosfer
Di Negara Paling Damai...
Di Negara Paling Damai di Dunia Ini, Setiap Warganya Memiliki Bunker
Rekomendasi
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Berita Terkini
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Iran vs Israel, Siapa Lebih Unggul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved