200 Tahun Batu Rosetta, Arkeolog Mesir Ingin Merebut Kembali dari Tangan Inggris

Selasa, 18 Oktober 2022 - 13:36 WIB
loading...
200 Tahun Batu Rosetta,...
Bertepatan dengan peringatan 200 tahun batu Rosetta, sekelompok arkeolog Mesir meluncurkan kampanye publik untuk merebut kembali batu Rosetta dari British Museum. Foto/EgyptToday
A A A
KAIRO - Bertepatan dengan peringatan 200 tahun batu Rosetta , sekelompok arkeolog Mesir meluncurkan kampanye publik untuk merebut kembali batu Rosetta dari British Museum. Batu Rosetta adalah prasasti granit hitam (lempengan) yang berasal dari tahun 196 SM, dengan teks yang ditulis dalam hieroglif, demotik, dan Yunani kuno.

Batu Rosetta ditemukan pada tahun 1799 selama penyerangan Prancis terhadap Mesir. Batu Rosetta tiba di British Museum pada tahun 1802 di bawah Perjanjian Alexandria yang ditandatangani pada tahun 1801 antara tentara Prancis dan Inggris.

Pada tahun 1822, ilmuwan Prancis Jean-François Champollion menguraikan misteri tulisan hieroglif dalam hal struktur linguistik dan komposisi vokalnya berkat batu tersebut. Sebelum itu, kehidupan di Mesir kuno masih menjadi teka-teki bagi para arkeolog selama ribuan tahun.

Baca juga; Ratu Elizabeth II Meninggal, Masalah Berlian Kohinoor 105 Karat Diungkit Kembali

Monica Hanna, penjabat dekan Fakultas Arkeologi di Akademi Arab untuk Sains, Teknologi dan Transportasi Maritim di Aswan, mengatakan kepada Al-Monitor bahwa penyelenggara kampanye meluncurkan petisi online yang sejauh ini telah mengumpulkan lebih dari 2.500 tanda tangan.

Hanna, salah satu pemimpin kampanye untuk merebut kembali batu Rosetta dari British Museum, mengatakan tujuan di balik kampanye tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pencurian barang antik di Mesir.

Dia menambahkan bahwa Jaksa Penuntut Umum, yang dipercayakan untuk memulihkan barang antik Mesir yang dicuri, berkomunikasi dengan panitia penyelenggara kampanye dan telah menyambut permintaan mereka.

Dia menjelaskan bahwa setelah kampanye selesai, tanda tangan akan diserahkan ke jaksa penuntut umum, yang akan menyerahkannya kepada pemerintah. Kemudian, dilanjutkan berkomunikasi dengan British Museum untuk menyampaikan permintaan pengembalian batu Rosetta dan 17 artefak lainnya.

Baca juga; Pindah Museum, Mesir Gelar Pawai Ekstravagansa Mumi Firaun

Mesir telah berulang kali menuntut pengembalian batu Rosetta. Pada tahun 2018, Menteri Pariwisata dan Purbakala saat itu Khaled al-Anani mengatakan bahwa hukum internasional, khususnya Konvensi UNESCO tahun 1990, telah menghambat pemulihan banyak barang antik Mesir yang dijarah.

Namun kali ini, Hanna mengandalkan perubahan kode moral museum, yang kini mengembalikan beberapa artefak ke negara-negara yang sebelumnya diduduki. Dia menekankan bahwa batu Rosetta ditakdirkan untuk kembali ke Mesir karena dipindahkan ke Inggris melanggar hukum Eropa yang diterapkan pada saat penandatanganan Perjanjian Alexandria.

Undang-undang ini, katanya, mengatur perlindungan kekayaan budaya masyarakat dan tidak menganggapnya sebagai rampasan perang. Arkeolog Mesir Zahi Hawass juga meluncurkan kampanye lain untuk mengumpulkan tanda tangan untuk mengambil batu Rosetta.

Berbicara kepada Al-Monitor, Hawass mengatakan bahwa batu itu dipindahkan dari Mesir secara illegal. Sekarang sudah waktunya untuk kembali ke tempat aslinya di Museum Besar Mesir, yang dijadwalkan akan dibuka pada akhir tahun ini.

Baca juga; Ilmuwan Temukan Tanda Makam Nefertiti dalam Kompleks Kuburan Tutankhamun
200 Tahun Batu Rosetta, Arkeolog Mesir Ingin Merebut Kembali dari Tangan Inggris


Untuk merayakan ulang tahun ke-200 penguraian batu, British Museum akan mengadakan pameran besar berjudul "Hieroglif: Membuka Kunci Mesir Kuno," dari 13 Oktober 2022 hingga 19 Februari 2023. Mesir juga mengadakan perayaan di kesempatan yang sama pada 27 September di Museum Mesir di Tahrir Square di pusat kota Kairo.

Mesir sangat mementingkan pengembalian artefak curian untuk meningkatkan sektor pariwisatanya, yang menghasilkan devisa. Menurut laporan yang diterbitkan oleh majalah Egyptian Geographic, ada sekitar 1 juta artefak Mesir yang menghiasi 40 museum terkenal di seluruh dunia.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Struktur Misterius di...
Struktur Misterius di Samping Piramida Agung Giza Jadi Tanda Tanya Besar
Rusak Parah, Mesir Merakit...
Rusak Parah, Mesir Merakit Kembali Perahu Raja Firaun
Inggris Desak Apple...
Inggris Desak Apple dan Google Blokir Konten Porno di Sistem Operasi
Australia Kembalikan...
Australia Kembalikan 17 Artefak Firaun Langka ke Mesir
Belanda Kembalikan Patung...
Belanda Kembalikan Patung Mesir Berusia 3.500 Tahun yang Dicuri
Inggris Akan Memperkenalkan...
Inggris Akan Memperkenalkan Kartu Identitas Digital
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Rekomendasi
Spanyol vs Cape Verde:...
Spanyol vs Cape Verde: La Roja di Ambang Pesta Gol
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Pangkas BBM, PLN Borong...
Pangkas BBM, PLN Borong 500 Motor Listrik Polytron Fox 350 Buat Operasional Jawa Timur
Berita Terkini
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Begini Cara kerja AirTag...
Begini Cara kerja AirTag dan SmartTag, Pelacak Bluetooth Murah untuk Android dan iPhone
Infografis
Pendapatan Arab Saudi...
Pendapatan Arab Saudi dari Pelaksanaan Haji Rp248,2 Triliun Per Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved