9 Hewan yang Dilindungi di Indonesia, Nomor 8 hanya Tersisa Belasan
Kamis, 22 September 2022 - 16:02 WIB
loading...
A
A
A
3. Kucing Merah Kalimantan
Melansir dari authentic-indonesia.com, Kucing Merah (Pardofelis badia) atau dikenal juga dengan nama Kucing Teluk Borneo adalah hewan endemik di pulau Kalimantan. Kucing langka ini memiliki bulu berwarna coklat kemerahan, dengan perut yang lebih pucat dari punggungnya.
Kucing Borneo saat ini jumlahnya mulai berkurang disebabkan rusaknya habitat. Kini jumlahnya di alam liar hanya sekitar 2.500 ekor saja. Populasinya juga selalu menurun dari tahun ke tahun.
4. Burung Cendrawasih
Burung yang menjadi maskot Papua dikenal akan keindahan bulunya, tak heran bila hewan ini memiliki julukan "bird of paradise" di Eropa. Namun karena keindahannya inilah yang membuat Cenderawasih kerap dijadikan bahan buruan untuk diperdagangkan.
Melansir dari ksdae.menlhk.go.id, Meskipun begitu habitat asli burung cendrawasih di wilayah pengamatan Balai Taman Nasional Lorentz (BTN Lorentz) di Timika masih terjaga.
5. Orang Utan
Hewan yang termasuk primata terbesar di Asia dan hanya dapat ditemukan di Pulau Kalimantan, populasinya kian menurun bahkan dalam 20 tahun terakhir populasi orangutan Kalimantan mengalami penurunan sebesar 55%.
Faktanya pada tahun 1998-1999 penurunan populasi Orang Utan Kalimantan mencapai 1000 ekor per tahun. Sementara pada tahun 2004 diprediksi jumlah Orangutan Kalimantan ini berjumlah kurang lebih 54.000 ekor saja. Hal ini disebabkan karena kerusakan habitat dan perburuan liar.
6. Elang Fores
Elang asli Flores ini terkenal akan kegagahannya di udara. Ukuran tubuhnya mencapai 55 cm untuk dewasa, ciri khasnya adalah kepala yang berambut putih dengan tubuh berwarna coklat kehitaman.
Burung ini hanya ditemukan di pulau Flores, Sumbawa, Lombok, Satonda, Paleo, Komodo dan Rinca. Populasinya saat ini kurang dari 250 ekor di alam liar sehingga sangatlah langka dan termasuk hewan yang dilindungi di Indonesia.
Melansir dari authentic-indonesia.com, Kucing Merah (Pardofelis badia) atau dikenal juga dengan nama Kucing Teluk Borneo adalah hewan endemik di pulau Kalimantan. Kucing langka ini memiliki bulu berwarna coklat kemerahan, dengan perut yang lebih pucat dari punggungnya.
Kucing Borneo saat ini jumlahnya mulai berkurang disebabkan rusaknya habitat. Kini jumlahnya di alam liar hanya sekitar 2.500 ekor saja. Populasinya juga selalu menurun dari tahun ke tahun.
4. Burung Cendrawasih
Burung yang menjadi maskot Papua dikenal akan keindahan bulunya, tak heran bila hewan ini memiliki julukan "bird of paradise" di Eropa. Namun karena keindahannya inilah yang membuat Cenderawasih kerap dijadikan bahan buruan untuk diperdagangkan.
Melansir dari ksdae.menlhk.go.id, Meskipun begitu habitat asli burung cendrawasih di wilayah pengamatan Balai Taman Nasional Lorentz (BTN Lorentz) di Timika masih terjaga.
5. Orang Utan
Hewan yang termasuk primata terbesar di Asia dan hanya dapat ditemukan di Pulau Kalimantan, populasinya kian menurun bahkan dalam 20 tahun terakhir populasi orangutan Kalimantan mengalami penurunan sebesar 55%.
Faktanya pada tahun 1998-1999 penurunan populasi Orang Utan Kalimantan mencapai 1000 ekor per tahun. Sementara pada tahun 2004 diprediksi jumlah Orangutan Kalimantan ini berjumlah kurang lebih 54.000 ekor saja. Hal ini disebabkan karena kerusakan habitat dan perburuan liar.
6. Elang Fores
Elang asli Flores ini terkenal akan kegagahannya di udara. Ukuran tubuhnya mencapai 55 cm untuk dewasa, ciri khasnya adalah kepala yang berambut putih dengan tubuh berwarna coklat kehitaman.
Burung ini hanya ditemukan di pulau Flores, Sumbawa, Lombok, Satonda, Paleo, Komodo dan Rinca. Populasinya saat ini kurang dari 250 ekor di alam liar sehingga sangatlah langka dan termasuk hewan yang dilindungi di Indonesia.
Lihat Juga :