Pengguna Internet Diminta untuk Menjaga Identitas Bangsa di Ruang Digital
Selasa, 20 September 2022 - 17:23 WIB
loading...
A
A
A
Vivid Devianti dari Komite Edukasi Mafindo (masyarakat anti fitnah Indonesia) mengatakan saat ini kita harus beradaptasi dengan era serba digital.
“Kita harus memahami dan mahir akan ruang digital, pahami semua landskap digital seperti mesin pencarian, aplikasi percakapan, media sosial, dompet digital dan loka pasar”, katanya dalam keterangan persnya Selasa, (20/9/2022).
Dalam penyampaian materinya Vivid menghimbau pengguna ruang digital untuk memanfaatkan media digital dengan 3B. “B yang pertama yaitu Belajar dan berbagi secara daring, selanjutnya Berjejaring digital dengan sesama pengguna ruang digital serta B yang ketiga Berkolaborasi dengan pengguna yang minat dan passion nya sama dengan kita”. tuturnya.
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur Rocky Prasetyo Jati mengatakan keberagaman merupakan identitas dan aset bagi bangsa. “Bangsa kita yang beragam sangat sensitif dengan berbagai isu SARA, karena hal itu kita harus berhati-hati dalam menggunakan media sosial”, terangnya.
Rocky juga menghimbau pengguna ruang digital berpikir kritis demi menjaga identitas dan persatuan bangsa. “Sebagai warga negara yang baik, terapkan nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai pegangan hidup baik di dunia nyata maupun di ruang digital agar identitas bangsa kita tidak luntur”, jelas Rocky.
Lebih lanjut Beta Centauri Dosen Universitas Palangkaraya juga mengajak pengguna media digital menerapkan nilai Pancasila di ruang digital. “Identitas bangsa kita yang dikenal ramah dan murah senyum seakan berbanding terbalik dengan apa yang kita temukan di ruang digital, netizen disana seakan tidak ramah bahkan terbilang tidak sopan”, ujarnya.
“Kita harus memahami dan mahir akan ruang digital, pahami semua landskap digital seperti mesin pencarian, aplikasi percakapan, media sosial, dompet digital dan loka pasar”, katanya dalam keterangan persnya Selasa, (20/9/2022).
Dalam penyampaian materinya Vivid menghimbau pengguna ruang digital untuk memanfaatkan media digital dengan 3B. “B yang pertama yaitu Belajar dan berbagi secara daring, selanjutnya Berjejaring digital dengan sesama pengguna ruang digital serta B yang ketiga Berkolaborasi dengan pengguna yang minat dan passion nya sama dengan kita”. tuturnya.
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur Rocky Prasetyo Jati mengatakan keberagaman merupakan identitas dan aset bagi bangsa. “Bangsa kita yang beragam sangat sensitif dengan berbagai isu SARA, karena hal itu kita harus berhati-hati dalam menggunakan media sosial”, terangnya.
Rocky juga menghimbau pengguna ruang digital berpikir kritis demi menjaga identitas dan persatuan bangsa. “Sebagai warga negara yang baik, terapkan nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai pegangan hidup baik di dunia nyata maupun di ruang digital agar identitas bangsa kita tidak luntur”, jelas Rocky.
Lebih lanjut Beta Centauri Dosen Universitas Palangkaraya juga mengajak pengguna media digital menerapkan nilai Pancasila di ruang digital. “Identitas bangsa kita yang dikenal ramah dan murah senyum seakan berbanding terbalik dengan apa yang kita temukan di ruang digital, netizen disana seakan tidak ramah bahkan terbilang tidak sopan”, ujarnya.
Lihat Juga :