Google Meet Sebar Fitur Peredam Bising ke Lebih Banyak Negara

Kamis, 02 Juli 2020 - 12:00 WIB
loading...
Google Meet Sebar Fitur...
Setelah fitur peredam bising mencapai negara tujuan, fiturnyanya akan aktif secara default (Anda akan menemukannya di Pengaturan, menu Audio). Foto/Ist
A A A
MOUNTAIN VIEW - Google mengumumkan fitur peredam bising bertenaga kecerdasan buatan (AI) untuk aplikasi Meet video conference pada awal Juni. Sayangnya ini masih belum tersedia untuk semua orang, tapi dijanjikan akan diperluas untuk mencakup beberapa negara lagi. (Baca juga: Google Menyatakan Perang Terbuka Terhadap Zoom dkk )

Inilah yang dikatakan Google halaman dukungannya. “Penting: Fitur ini akan diluncurkan untuk pengguna di Australia, Brasil, India, Jepang, dan Selandia Baru dalam beberapa pekan mendatang. Fitur ini saat ini tidak tersedia untuk pengguna di Afrika Selatan, UEA, dan daerah sekitarnya," kata Google dalam pernyataan resmi di situsnya.

Setelah fitur ini mencapai negara Anda, itu akan aktif secara default -Anda akan menemukannya di Pengaturan, menu Audio. Pengguna juga dapat mematikannya jika dianggap suara latar belakang memang dibutuhkan.

Laman Phone Arena menyebutkan, jika Anda ingin mencobanya, perhatikan bahwa Google membuat fitur premium gratis untuk semua orang hingga 30 September. Ini berarti pertemuan virtual Anda dapat memiliki hingga 250 peserta dan dapat disiarkan langsung dan direkam. Biasanya, fitur ini hanya tersedia untuk pengguna G Suite.

Ada lebih banyak fitur baru juga di Google Meet. Anda dapat mengaburkan latar belakang Anda atau mengubahnya seluruhnya. Ada juga teks tertutup, yang mentranskripsikan ucapan menjadi teks terjemahan (ini hanya berfungsi dalam bahasa Inggris untuk saat ini).
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
X Batasi Pengguna Gratis...
X Batasi Pengguna Gratis hanya 50 Tweet Sehari
Akun Roblox Anak di...
Akun Roblox Anak di Bawah 16 Tahun Akan Dinonaktifkan Mulai 28 Maret, Ini Faktanya
Mark Zuckerberg Diseret...
Mark Zuckerberg Diseret ke Pengadilan Kasus Dampak Medsos terhadap Anak-anak
Turki Terapkan Aturan...
Turki Terapkan Aturan Baru di Medsos untuk Melindungi Anak-anak
TikTok Dipaksa Matikan...
TikTok Dipaksa Matikan Fitur Infinity Scroll karena Menyebabkan Kecanduan
Menyerupai GIF, Threads...
Menyerupai GIF, Threads Mulau Menguji Stiker Animasi
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Serangan ke Prabowo...
Serangan ke Prabowo di Medsos Tak Organik, Pengamat Curigai Pola yang Tidak Biasa
Rekomendasi
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
Penggunaan AI Melesat...
Penggunaan AI Melesat Sebabkan Harga Mobil Naik Signifikan
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Berita Terkini
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved