Data Pelaku Investasi Kripto Rawan Dibobol, Keamanan Ekstra Jadi Harga Mati
Senin, 05 September 2022 - 11:02 WIB
loading...
Data pribadi kini menjadi incaran paling empuk para hacker untuk dipakai kejahatan. FOTO/ IST
A
A
A
JAKARTA - Indodax, selaku platform trading aset kripto terbesar dan terpercaya di Indonesia memiliki sistem keamanan yang protektif dan mumpuni.
Indodax selalu berfokus kepada customernya, sehingga selalu berbenah untuk memberikan keamanan ekstra, terlebih setelah melihat tingginya minat investasi kripto beberapa waktu kebelakang.
BACA JUGA - Giliran Jasa Marga Diduga Kena Retas, 252 GB Data Bocor
Tingginya investasi kripto, dibuktikan berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang mencatat, hingga Juni 2022 jumlah investor kripto di Tanah Air mencapai 15,1 juta investor. Hal Ini tentu membawa pengaruh besar terhadap jumlah investor dan volume transaksi di Indodax yang kini sudah mencapai 5,5 juta member terdaftar.
CTO Indodax, William Sutanto mengatakan Indodax menetapkan sistem MFA (Multi Factor Authentication) dan memiliki banyak persyaratan demi proteksi penuh.
“Fokus kami adalah kepada customer. Kami selalu mengawasi sistem kami agar bisa meminimalisir problem terutama terkait peretasan, salah satunya yaitu dengan mengimplementasi fitur MFA untuk mencegah account takeover. MFA merupakan singkatan dari Multi Factor Authentication, yaitu sebuah konsep melindungi akun digital dengan menerapkan 2 atau lebih teknik autentikasi. Akun Indodax, selain diproteksi dengan password juga ditambahkan dengan konfirmasi email, SMS OTP dan Google Authenticator untuk keamanan ekstra,” jelas William dalam keterangan persnya di Jakarta Senin (6/9/2022).
Tidak hanya itu, William pun menambahkan Inventory kripto investor diamankan menggunakan teknologi MPC (multi-party computation) dan TAP (Transaction Authorization Policy) yang kompleks untuk memastikan tidak ada satu orang pun baik internal maupun eksternal yang bisa mengakses aset tersebut tanpa persetujuan dari investor yang bersangkutan.
Indodax selalu berfokus kepada customernya, sehingga selalu berbenah untuk memberikan keamanan ekstra, terlebih setelah melihat tingginya minat investasi kripto beberapa waktu kebelakang.
BACA JUGA - Giliran Jasa Marga Diduga Kena Retas, 252 GB Data Bocor
Tingginya investasi kripto, dibuktikan berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang mencatat, hingga Juni 2022 jumlah investor kripto di Tanah Air mencapai 15,1 juta investor. Hal Ini tentu membawa pengaruh besar terhadap jumlah investor dan volume transaksi di Indodax yang kini sudah mencapai 5,5 juta member terdaftar.
CTO Indodax, William Sutanto mengatakan Indodax menetapkan sistem MFA (Multi Factor Authentication) dan memiliki banyak persyaratan demi proteksi penuh.
“Fokus kami adalah kepada customer. Kami selalu mengawasi sistem kami agar bisa meminimalisir problem terutama terkait peretasan, salah satunya yaitu dengan mengimplementasi fitur MFA untuk mencegah account takeover. MFA merupakan singkatan dari Multi Factor Authentication, yaitu sebuah konsep melindungi akun digital dengan menerapkan 2 atau lebih teknik autentikasi. Akun Indodax, selain diproteksi dengan password juga ditambahkan dengan konfirmasi email, SMS OTP dan Google Authenticator untuk keamanan ekstra,” jelas William dalam keterangan persnya di Jakarta Senin (6/9/2022).
Tidak hanya itu, William pun menambahkan Inventory kripto investor diamankan menggunakan teknologi MPC (multi-party computation) dan TAP (Transaction Authorization Policy) yang kompleks untuk memastikan tidak ada satu orang pun baik internal maupun eksternal yang bisa mengakses aset tersebut tanpa persetujuan dari investor yang bersangkutan.
Lihat Juga :