7 Satwa Eksotis Pesisir Pantai Indonesia, Makin Langka Akibat Perubahan Lingkungan

Selasa, 06 September 2022 - 11:29 WIB
loading...
A A A
Ada lebih dari 200 spesies belut moray yang berbeda, sebagian besar beracun. Meskipun belut ini jarang menyerang manusia, jika terancam, mereka diketahui menyerang, dan gigitannya mengandung racun berbahaya. Gigi mereka yang setajam silet juga dapat menyebabkan pendarahan yang signifikan dan sangat menyakitkan.

Baca juga; Peneliti Temukan Fakta Mengejutkan Belut Listrik di Hutan Amazon

6. Sotong
7 Satwa Eksotis Pesisir Pantai Indonesia, Makin Langka Akibat Perubahan Lingkungan


Sotong adalah Cephalopoda, sepupu cumi-cumi dan gurita, dan sering diburu untuk dijual sebagai makanan laut. Mereka diyakini sebagai salah satu invertebrata paling cerdas.

Beberapa spesies sotong diklasifikasikan sebagai terancam punah. Saat ini, ancaman terbesar mereka adalah pengasaman laut, perubahan pH laut karena meningkatnya emisi karbon dioksida di atmosfer dan lautan, dan penangkapan ikan yang berlebihan.

Baca juga; Foto Eksotik, Kawanan Bintang Laut Melahap Singa Laut di Dasar Laut California

7. Cacing Pohon Natal
7 Satwa Eksotis Pesisir Pantai Indonesia, Makin Langka Akibat Perubahan Lingkungan


Cacing Pohon Natal adalah cacing berbentuk spiral yang dinamai karena penampilannya yang meriah dan berbentuk kerucut. Mereka biasanya memiliki panjang sekitar 3,8 sentimeter dan dapat ditemukan dalam banyak warna, termasuk merah, oranye, hijau, dan kuning.

Baca juga; Bocah 9 Tahun di Selandia Baru Temukan Cacing Tanah Raksasa di Halaman Rumahnya

Cacing Pohon Natal menggunakan bulu berwarna-warni untuk makan pasif dan respirasi. Mereka adalah makhluk yang tidak banyak bergerak saat menggali ke dalam batu untuk berlabuh di tengah fluktuasi arus. Mereka sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan sekitar, dan jika merasa terancam, dengan cepat menarik diri ke dalam lubang.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gurita Biru Kehijauan...
Gurita Biru Kehijauan Langka Ditemukan di Dasar Laut Galapagos
2026 Jadi Tahun Paling...
2026 Jadi Tahun Paling Kristis Terumbu Karang di Seluruh Dunia
Kura-kura Galapagos...
Kura-kura Galapagos Tertua Mati pada Usia 141 Tahun
Spesies Kodok Langka...
Spesies Kodok Langka Ditemukan Bisa Melahirkan Lebih dari 100 Bayi
Spesies Baru Laba-laba...
Spesies Baru Laba-laba dengan Jenis Kelamin Ganda Ditemukan
Terumbu Karang Mediterania...
Terumbu Karang Mediterania Terbesar di Kroasia Terancam oleh Pemanasan Global
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Dukung Keberlanjutan...
Dukung Keberlanjutan Pesisir, Sinergi BUMN Jalankan Konservasi Terumbu Karang di Lampung Selatan
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Rekomendasi
Belgia Juara Grup G,...
Belgia Juara Grup G, Lolos ke 32 Besar usai Bungkam Selandia Baru 5-1
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Berita Terkini
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
Era Baru Gim Blockbuster:...
Era Baru Gim Blockbuster: GTA VI Cetak Rekor Global, Indonesia Ikut Demam
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai 10,9 Miliar?
Tiga Raja HP Konser...
Tiga Raja HP Konser Diadu: Samsung, Oppo, vivo Bertarung di Panggung Feast dan Hindia
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved