4 Risiko Jika Data Pribadi Bocor, Bisa untuk Phishing dan Membuat KTP Bodong!
Jum'at, 26 Agustus 2022 - 07:24 WIB
loading...
A
A
A
1. Digunakan untuk Phishing
Data pribadi bisa digunakan sebagai dasar untuk merancang rekayasa sosial phishing yang menyasar pemilik data. Penipu memalsukan diri sebagai customer service bank meminta kredensial transaksi untuk mencuri dana nasabah.
2. Mempermalukan Pemilik Data
Data yang bocor bisa digunakan untuk mempermalukan pemilik data. Contohnya jika ada pengguna internet yang dari data browsingnya memiliki penyakit tertentu yang sifatnya rahasia. Contohnya kecenderungan seksual menyimpang, berkunjung ke situs porno atau hal lain yang sifatnya sangat pribadi dan rahasia. Sangat berisiko ia bisa dipermalukan di internet. Apalagi, jika ia orang terkenal atau memiliki posisi tinggi di perusahaan.
3. KTP Bodong
Data yang bocor mengandung informasi penting seperti data kependudukan, bisa digunakan untuk membuat KTP bodong dengan blangko KTP membuat KTP palsu dan lalu melakukan tindak kejahatan menggunakan KTP tersebut. Pemilik data yang bocor ini akan menjadi korban dan berurusan dengan pihak berwajib.
BACA JUGA: Honda SUV RS Concept Lawan Berat Raize, Rocky, Sonet dan Magnite di Small SUV
4. Profiling
Di kasus Cambridge analitica, data yang bocor digunakan untuk profiling korban dan menjadi sasaran iklan atau algoritma untuk merubah pandangan politiknya dan hal ini terbukti mengakibatkan kekacauan politik seperti yang terjadi di Amerika, Brexit dan Arab Spring.
Data pribadi bisa digunakan sebagai dasar untuk merancang rekayasa sosial phishing yang menyasar pemilik data. Penipu memalsukan diri sebagai customer service bank meminta kredensial transaksi untuk mencuri dana nasabah.
2. Mempermalukan Pemilik Data
Data yang bocor bisa digunakan untuk mempermalukan pemilik data. Contohnya jika ada pengguna internet yang dari data browsingnya memiliki penyakit tertentu yang sifatnya rahasia. Contohnya kecenderungan seksual menyimpang, berkunjung ke situs porno atau hal lain yang sifatnya sangat pribadi dan rahasia. Sangat berisiko ia bisa dipermalukan di internet. Apalagi, jika ia orang terkenal atau memiliki posisi tinggi di perusahaan.
3. KTP Bodong
Data yang bocor mengandung informasi penting seperti data kependudukan, bisa digunakan untuk membuat KTP bodong dengan blangko KTP membuat KTP palsu dan lalu melakukan tindak kejahatan menggunakan KTP tersebut. Pemilik data yang bocor ini akan menjadi korban dan berurusan dengan pihak berwajib.
BACA JUGA: Honda SUV RS Concept Lawan Berat Raize, Rocky, Sonet dan Magnite di Small SUV
4. Profiling
Di kasus Cambridge analitica, data yang bocor digunakan untuk profiling korban dan menjadi sasaran iklan atau algoritma untuk merubah pandangan politiknya dan hal ini terbukti mengakibatkan kekacauan politik seperti yang terjadi di Amerika, Brexit dan Arab Spring.
(dan)
Lihat Juga :