Ilmuwan Temukan Rahasia Ikan di Bawah Es Greenland Tetap Hidup Tidak Membeku
Rabu, 17 Agustus 2022 - 18:31 WIB
loading...
Di bawah gunung es Greenland, para ilmuwan menemukan ikan siput bercahaya dengan protein antibeku yang mengalir melalui pembuluh darahnya. Foto/Live Science
A
A
A
NEW YORK - Di bawah gunung es Greenland , para ilmuwan menemukan ikan siput bercahaya dengan protein antibeku yang mengalir melalui pembuluh darahnya. Kemampuan antibeku ini membantu melindungi ikan siput (Liparis gibbus) seperti kecebong melawan hawa dingin.
Para ilmuwan yang mengebor jauh ke dalam gunung es di Greenland telah menemukan seekor ikan dengan antibeku berwarna hijau bercahaya yang mengalir melalui pembuluh darahnya. Diketahui ikan siput (Snailfish) mengandung tingkat ekspresi tertinggi dari protein antibeku yang pernah dilaporkan.
Protein ini bekerja serupa dengan zat antibeku membantu mengatur suhu mesin mobil tetap hidup dalam kondisi ekstrem. Spesies tertentu telah berevolusi untuk memiliki perlindungan serupa, terutama yang hidup di habitat dingin seperti perairan kutub di Greenland.
Baca juga; Sturddlefish Lahir dari Kesalahan Eksperimen, Hibrida 2 Spesies Ikan Langka Rusia dan AS
“Protein antibeku menempel pada permukaan kristal es yang lebih kecil dan memperlambat atau mencegahnya tumbuh menjadi kristal yang lebih besar, dan lebih berbahaya. Ikan dari Kutub Utara dan Selatan secara independen mengembangkan protein ini,” kata David Gruber, profesor biologi terkemuka di Baruch College City University of New York, kepada Live Science, Rabu (17/8/2022).
Protein antibeku menurut National Science Foundation, pertama kali ditemukan pada beberapa ikan Antartika hampir 50 tahun yang lalu. Tidak seperti spesies reptil dan serangga berdarah dingin tertentu, ikan tidak dapat bertahan hidup ketika cairan tubuh mereka membeku.
Para ilmuwan yang mengebor jauh ke dalam gunung es di Greenland telah menemukan seekor ikan dengan antibeku berwarna hijau bercahaya yang mengalir melalui pembuluh darahnya. Diketahui ikan siput (Snailfish) mengandung tingkat ekspresi tertinggi dari protein antibeku yang pernah dilaporkan.
Protein ini bekerja serupa dengan zat antibeku membantu mengatur suhu mesin mobil tetap hidup dalam kondisi ekstrem. Spesies tertentu telah berevolusi untuk memiliki perlindungan serupa, terutama yang hidup di habitat dingin seperti perairan kutub di Greenland.
Baca juga; Sturddlefish Lahir dari Kesalahan Eksperimen, Hibrida 2 Spesies Ikan Langka Rusia dan AS
“Protein antibeku menempel pada permukaan kristal es yang lebih kecil dan memperlambat atau mencegahnya tumbuh menjadi kristal yang lebih besar, dan lebih berbahaya. Ikan dari Kutub Utara dan Selatan secara independen mengembangkan protein ini,” kata David Gruber, profesor biologi terkemuka di Baruch College City University of New York, kepada Live Science, Rabu (17/8/2022).
Protein antibeku menurut National Science Foundation, pertama kali ditemukan pada beberapa ikan Antartika hampir 50 tahun yang lalu. Tidak seperti spesies reptil dan serangga berdarah dingin tertentu, ikan tidak dapat bertahan hidup ketika cairan tubuh mereka membeku.
Lihat Juga :