Berapa Sisa Usia Bumi? Begini Kata Ilmuwan
Rabu, 17 Agustus 2022 - 14:16 WIB
loading...
Berapa sisa umur Bumi, ini menjadi tanda tanya besar. Studi terbaru menyebut Bumi tidak akan mati secepat yang diprediksi oleh para ilmuan sebelumnya. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Berapa sisa umur Bumi, ini menjadi tanda tanya besar. Studi terbaru menyebut Bumi tidak akan mati secepat yang diprediksi oleh para ilmuan sebelumnya.
Sinar Matahari yang semakin panas tidak akan menguapkan air Bumi setidaknya 1 miliar hingga 1,5 miliar tahun lagi. Jika dibanding dengan prediksi para ilmuan sebelumnya, ini berarti ratusan juta tahun lebih lambat.
Sebelumnya, studi yang dilakukan oleh ilmuwan planet Ravi Kopparapu dari Pennsylvania State University (Penn State), University Park, mengungkapkan bahwa Bumi akan berangsur mati ketika air sudah menguap. Penguapan ekstrem hanya membutuhkan sekitar 6% peningkatan panas matahari saat ini, di mana menurutnya satu persennya terjadi setiap 100 juta tahun sekali.
Baca juga; Planet Bumi Sekarat Lebih Cepat dari yang Kita Duga
Itu artinya Bumi hanya menyisakan waktu 600 juta hingga 700 juta tahun lagi untuk mengalami penguapan yang dapat membinasakan kehidupan di Bumi. Namun studi tersebut dibantah oleh seorang mahasiswa.
Eric Wolf, mahasiswa doktoral di University of Colorado, Boulder mengatakan studi yang dilakukan Kopparapu cukup sederhana, hanya menganalisis apa yang terjadi dalam satu dimensi, ketinggian. Akibatnya, studi yang dilakukan oleh Kopparapu tersebut mengecualikan awan dan salah mengasumsikan bahwa faktor iklim seperti kelembaban sama di mana-mana di Bumi.
Wolf dan rekannya, Owen Brian Toon, mensimulasikan masa depan Bumi menggunakan model iklim 3D yang lebih realistis dari National Center for Atmospheric Research. Ini mencakup awan, dan sejumlah detail lainnya seperti perbedaan regional dalam kelembapan.
Sinar Matahari yang semakin panas tidak akan menguapkan air Bumi setidaknya 1 miliar hingga 1,5 miliar tahun lagi. Jika dibanding dengan prediksi para ilmuan sebelumnya, ini berarti ratusan juta tahun lebih lambat.
Sebelumnya, studi yang dilakukan oleh ilmuwan planet Ravi Kopparapu dari Pennsylvania State University (Penn State), University Park, mengungkapkan bahwa Bumi akan berangsur mati ketika air sudah menguap. Penguapan ekstrem hanya membutuhkan sekitar 6% peningkatan panas matahari saat ini, di mana menurutnya satu persennya terjadi setiap 100 juta tahun sekali.
Baca juga; Planet Bumi Sekarat Lebih Cepat dari yang Kita Duga
Itu artinya Bumi hanya menyisakan waktu 600 juta hingga 700 juta tahun lagi untuk mengalami penguapan yang dapat membinasakan kehidupan di Bumi. Namun studi tersebut dibantah oleh seorang mahasiswa.
Eric Wolf, mahasiswa doktoral di University of Colorado, Boulder mengatakan studi yang dilakukan Kopparapu cukup sederhana, hanya menganalisis apa yang terjadi dalam satu dimensi, ketinggian. Akibatnya, studi yang dilakukan oleh Kopparapu tersebut mengecualikan awan dan salah mengasumsikan bahwa faktor iklim seperti kelembaban sama di mana-mana di Bumi.
Wolf dan rekannya, Owen Brian Toon, mensimulasikan masa depan Bumi menggunakan model iklim 3D yang lebih realistis dari National Center for Atmospheric Research. Ini mencakup awan, dan sejumlah detail lainnya seperti perbedaan regional dalam kelembapan.
Lihat Juga :