Perburuan Harta Karun Nazi yang Mengguncang Dunia, Antara Mitos dan Fakta
Senin, 15 Agustus 2022 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Dari cara-cara itu tidak heran jika banyak orang yang menduga melimpahnya harta yang dimiliki Nazi. Apalagi beberapa fakta yang ada mendukung hal tersebut.
Misalnya saja pada tahun 1945, unit Angkatan Darat AS menemukan timbunan jarahan emas rampasan Nazi yang disembunyikan di seluruh Jerman hingga Austria. Penemuan paling spektakuler adalah tambang garam Merkers di Thuringia, Jerman, yang berisi emas batangan, koin, dan mata uang senilai USD517 juta pada atau senilai USD8,5 miliar saat ini yang setara dengan Rp123,9 triliun.
Nilai itu pun baru sebagian yang terungkap. Tidak heran banyak orang menduga harta rampasan Nazi itu benar-benar sangat besar. Hanya saja nilainya menurut Ronald Zweig belum pasti. Apalagi saat ini fakta-fakta itu justru sudah bercampur dengan mitos.
Ian Sayer, sejarawan Perang Dunia II dari Inggris dan penulis buku "Nazi Gold: The Sensational Story of the World's Greatest Robbery - and the Greatest Criminal Cover-Up", mengaku sangat skeptis dengan klaim-klaim keberadaan harta karun Nazi.
Ian Sayer mencontohkan klaim palsu yang ada di buku harian berjudul Michaelis's Diary. Buku yang telah diautentifikasi itu menyebutkan 11 lokasi dimana Nazi mengumpulkan harta karun mereka.
Baca juga : Lexus : Masih Banyak Orang Kaya Belum Siap dengan Mobil Listrik
Misalnya saja pada tahun 1945, unit Angkatan Darat AS menemukan timbunan jarahan emas rampasan Nazi yang disembunyikan di seluruh Jerman hingga Austria. Penemuan paling spektakuler adalah tambang garam Merkers di Thuringia, Jerman, yang berisi emas batangan, koin, dan mata uang senilai USD517 juta pada atau senilai USD8,5 miliar saat ini yang setara dengan Rp123,9 triliun.
Nilai itu pun baru sebagian yang terungkap. Tidak heran banyak orang menduga harta rampasan Nazi itu benar-benar sangat besar. Hanya saja nilainya menurut Ronald Zweig belum pasti. Apalagi saat ini fakta-fakta itu justru sudah bercampur dengan mitos.
Ian Sayer, sejarawan Perang Dunia II dari Inggris dan penulis buku "Nazi Gold: The Sensational Story of the World's Greatest Robbery - and the Greatest Criminal Cover-Up", mengaku sangat skeptis dengan klaim-klaim keberadaan harta karun Nazi.
Ian Sayer mencontohkan klaim palsu yang ada di buku harian berjudul Michaelis's Diary. Buku yang telah diautentifikasi itu menyebutkan 11 lokasi dimana Nazi mengumpulkan harta karun mereka.
Baca juga : Lexus : Masih Banyak Orang Kaya Belum Siap dengan Mobil Listrik
.jpg)
Lihat Juga :