Ilmuwan Buat Pelapis Cat Mobil yang Bisa Hilangkan Goresan saat Terpapar Matahari
Rabu, 10 Agustus 2022 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Soalnya bahan pelapis yang dibutuhkan harus transparan. Selain itu, bahan anorganik membutuhkan sejumlah besar energi cahaya untuk menghasilkan efek fototermal.
Tim peneliti kemudian menggunakan pewarna fototermal organik transparan yang dapat menyerap cahaya inframerah-dekat. Cahaya inframerah-dekat adalah sumber energi panjang gelombang yang menyumbang kurang dari 10% sinar matahari tengah hari, dan dengan demikian dapat menghindari peningkatan suhu permukaan kendaraan yang berlebihan.
Selain itu, pewarna fototermal organik memiliki beberapa keuntungan untuk komersialisasi: pewarna tersebut tidak mempengaruhi warna produk karena warna yang melekat tidak berwarna, mudah menyatu dengan berbagai cat, dan murah.
Dr Jin Chul Kim mengatakan material self-healing yang dikembangkan diharapkan dapat digunakan tidak hanya untuk plikasi transportasi saja. Pelapis yang bisa menyembuhkan diri itu bisa digunakan di perangkat elektronik seperti smartphone dan komputer, dan bahan bangunan.
"Teknologi ini juga bisa mengurangi penggunaan pelarut organik berbahaya yang dihasilkan dalam jumlah besar saat mengecat ulang kendaraan karena adanya goresan," ucap Dr Jin Chul Kim.
Tim peneliti kemudian menggunakan pewarna fototermal organik transparan yang dapat menyerap cahaya inframerah-dekat. Cahaya inframerah-dekat adalah sumber energi panjang gelombang yang menyumbang kurang dari 10% sinar matahari tengah hari, dan dengan demikian dapat menghindari peningkatan suhu permukaan kendaraan yang berlebihan.
Selain itu, pewarna fototermal organik memiliki beberapa keuntungan untuk komersialisasi: pewarna tersebut tidak mempengaruhi warna produk karena warna yang melekat tidak berwarna, mudah menyatu dengan berbagai cat, dan murah.
Dr Jin Chul Kim mengatakan material self-healing yang dikembangkan diharapkan dapat digunakan tidak hanya untuk plikasi transportasi saja. Pelapis yang bisa menyembuhkan diri itu bisa digunakan di perangkat elektronik seperti smartphone dan komputer, dan bahan bangunan.
"Teknologi ini juga bisa mengurangi penggunaan pelarut organik berbahaya yang dihasilkan dalam jumlah besar saat mengecat ulang kendaraan karena adanya goresan," ucap Dr Jin Chul Kim.
(wsb)