Rusia Luncurkan Satelit Mata-Mata Canggih untuk Iran, Berkolaborasi Pengujian dalam Perang Ukraina
Selasa, 09 Agustus 2022 - 20:21 WIB
loading...
A
A
A
“(Satelit ini) Berpotensi memberi manfaat paling signifikan. Ini adalah kemampuan Iran untuk 'menugaskan' satelit baru untuk melakukan pengawasan terus-menerus di lokasi yang dipilihnya, termasuk fasilitas militer di Israel, kilang minyak dan lainnya. Termasuk infrastruktur vital di negara-negara teluk,” tambah The Washington Post, mengutip pejabat keamanan Barat yang tidak disebutkan namanya.
Sebelum peluncuran satelit Khayyam, Iran hanya memiliki dua satelit operasional di luar angkasa. Pertama adalah Sina 1 yang diluncurkan untuk misi pencitraan dan komunikasi yang diluncurkan pada 2005.Kedua Noor 2, satelit pencitraan yang diluncurkan Maret lalu.
Baca juga; Korea Utara Konfirmasi Lakukan Uji Coba Satelit Mata-mata
Rusia merundingkan kesepakatan satelit Khayyam secara rahasia dengan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran selama beberapa tahun. Dalam cerita itu, The Post mencatat bahwa para ahli Rusia telah melakukan perjalanan ke Iran untuk melatih kru darat dalam operasi satelit.
Tetapi Iran tampaknya tidak akan segera mendapatkan akses ke perangkat keras luar angkasa barunya yang mewah. Rusia bermaksud menggunakan Khayyam selama beberapa bulan, atau lebih lama, untuk meningkatkan pengawasannya terhadap target militer untuk invasi yang sedang berlangsung ke Ukraina.
Sebelum peluncuran satelit Khayyam, Iran hanya memiliki dua satelit operasional di luar angkasa. Pertama adalah Sina 1 yang diluncurkan untuk misi pencitraan dan komunikasi yang diluncurkan pada 2005.Kedua Noor 2, satelit pencitraan yang diluncurkan Maret lalu.
Baca juga; Korea Utara Konfirmasi Lakukan Uji Coba Satelit Mata-mata
Rusia merundingkan kesepakatan satelit Khayyam secara rahasia dengan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran selama beberapa tahun. Dalam cerita itu, The Post mencatat bahwa para ahli Rusia telah melakukan perjalanan ke Iran untuk melatih kru darat dalam operasi satelit.
Tetapi Iran tampaknya tidak akan segera mendapatkan akses ke perangkat keras luar angkasa barunya yang mewah. Rusia bermaksud menggunakan Khayyam selama beberapa bulan, atau lebih lama, untuk meningkatkan pengawasannya terhadap target militer untuk invasi yang sedang berlangsung ke Ukraina.
(wib)
Lihat Juga :