Serangan Siber ke Perusahaan Gaming Melebihi Sektor Finansial
Senin, 08 Agustus 2022 - 13:13 WIB
loading...
Serang siber ke purusahaan gaming melebihi serangan ke sektor bank. FOTO/ IST
A
A
A
JAKARTA - Akamai Technologies, Inc. (NASDAQ: AKAM), perusahaan cloud yang berfokus mendukung dan melindungi aktivitas online , hari ini merilis laporan State of the Internet terbaru. Isinya mengupas lonjakan serangan terhadap aplikasi web di industri gaming yang mencapai lebih dari dua kali lipat selama setahun terakhir.
Laporan anyar bertajuk, State of the Internet – Gaming Respawned, menguraikan bahwa serangan ini berpangkal dari meroketnya popularitas dan permintaan akan platform game cloud.
Serangan terhadap aplikasi web di sektor gaming membuat akun para pemain game akan berisiko dibobol oleh pelaku kejahatan siber. Alhasil, penjualan akun game dan pencurian informasi pribadi, termasuk data kartu kredit, kembali marak. Pasar transaksi mikro diproyeksikan mencapai angka usd106,02 miliar pada tahun 2026 sehingga jadi sasaran empuk bagi para penyerang.
Dari laporan ini, terkuak fakta bahwa 37 persen dari total serangan DDoS merongrong industri gaming. Angka ini begitu mencengangkan karena persentasenya melampaui sektor finansial di posisi kedua dengan 22 persen.
Temuan lain yang diuraikan dalam State of the Internet – Gaming Respawned mencakup:
1. Serangan terhadap aplikasi web di sektor gaming melonjak 167 persen antara Kuartal 1 2021-Kuartal 1 2022 yang memengaruhi jutaan akun pemain video game di seluruh dunia.
2. Negara yang menjadi target utamanya adalah Amerika Serikat, diikuti Swiss, India, Jepang, Inggris, dan negara lain di Eropa dan Asia.
3. Perusahaan gaming mengalihkan operasinya ke cloud sehingga menjadi ladang baru yang menggiurkan bagi para peretas.
Laporan anyar bertajuk, State of the Internet – Gaming Respawned, menguraikan bahwa serangan ini berpangkal dari meroketnya popularitas dan permintaan akan platform game cloud.
Serangan terhadap aplikasi web di sektor gaming membuat akun para pemain game akan berisiko dibobol oleh pelaku kejahatan siber. Alhasil, penjualan akun game dan pencurian informasi pribadi, termasuk data kartu kredit, kembali marak. Pasar transaksi mikro diproyeksikan mencapai angka usd106,02 miliar pada tahun 2026 sehingga jadi sasaran empuk bagi para penyerang.
Dari laporan ini, terkuak fakta bahwa 37 persen dari total serangan DDoS merongrong industri gaming. Angka ini begitu mencengangkan karena persentasenya melampaui sektor finansial di posisi kedua dengan 22 persen.
Temuan lain yang diuraikan dalam State of the Internet – Gaming Respawned mencakup:
1. Serangan terhadap aplikasi web di sektor gaming melonjak 167 persen antara Kuartal 1 2021-Kuartal 1 2022 yang memengaruhi jutaan akun pemain video game di seluruh dunia.
2. Negara yang menjadi target utamanya adalah Amerika Serikat, diikuti Swiss, India, Jepang, Inggris, dan negara lain di Eropa dan Asia.
3. Perusahaan gaming mengalihkan operasinya ke cloud sehingga menjadi ladang baru yang menggiurkan bagi para peretas.
Lihat Juga :