Autopsi 3D Tak Perlu Hadirkan Jenazah Asli di Meja Bedah
Minggu, 24 Juli 2022 - 15:27 WIB
loading...
Autopsi 3 D tak perlu hadirkan jenazah asli di meja bedah dalam menginvestigasi suatu kasus kriminal. FOTO/ IST
A
A
A
JAKARTA - Polri memastikan proses autopsi ulang atau ekshumasi jasad Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dilakukan secepatnya. Tapi tahukah Anda ternyata dalam ilmu forensik ternyata autopsi 3D kerap digunakan dalam mengungkap sebuah kasus krimnal.
BACA JUGA - Libatkan Sains Ungkap Kematian Brigadir J, Inovasi Ini Jadi Andalan dalam Investigasi
Karena berbagai alasan seperti alasan keagamaan, pribadi, atau lainnya, pasangan atau keluarga korban terkadang tidak ingin orang yang mereka cintai untuk diotopsi, pasca berbagai kasus kriminal seperti perampokan atau pembunuhan berencana. Bahkan, mereka tetap menolak meski otopsi bisa membuka tabir misteri soal kasus yang menimpa keluarganya.
Namun di masa depan, otopsi fisik tak akan lagi dibutuhkan karena pengembangan otopsi virtual. Otopsi virtual bersifat non-invasif, tidak merusak tubuh, dan tidak juga merusak bukti forensik. Sebagai gantinya, digunakan model 3D.
Hal ini bisa dicontohkan dengan misal ada bekas gigitan, hasil pemindaian bekas gigitan tersebut akan dicocokkan ke tersangka.
Untuk saat ini, prosedurnya tidak banyak digunakan karena pengembangan alatnya sangat mahal.
BACA JUGA - Libatkan Sains Ungkap Kematian Brigadir J, Inovasi Ini Jadi Andalan dalam Investigasi
Karena berbagai alasan seperti alasan keagamaan, pribadi, atau lainnya, pasangan atau keluarga korban terkadang tidak ingin orang yang mereka cintai untuk diotopsi, pasca berbagai kasus kriminal seperti perampokan atau pembunuhan berencana. Bahkan, mereka tetap menolak meski otopsi bisa membuka tabir misteri soal kasus yang menimpa keluarganya.
Namun di masa depan, otopsi fisik tak akan lagi dibutuhkan karena pengembangan otopsi virtual. Otopsi virtual bersifat non-invasif, tidak merusak tubuh, dan tidak juga merusak bukti forensik. Sebagai gantinya, digunakan model 3D.
Hal ini bisa dicontohkan dengan misal ada bekas gigitan, hasil pemindaian bekas gigitan tersebut akan dicocokkan ke tersangka.
Untuk saat ini, prosedurnya tidak banyak digunakan karena pengembangan alatnya sangat mahal.
Lihat Juga :