Terjadi Ledakan Tsunami Matahari, Timbulkan Badai Berkecepatan 4,5 Juta Mil Per Jam
Sabtu, 23 Juli 2022 - 07:46 WIB
loading...
A
A
A
Nah, ledakan tsunami matahari pada 21 Juli 2022, menghasikan CMS Full-Halo yang diperkirakan akan menghantam medan magnet Bumi. Menurut NOAA bagian terpadat dari awan badai CME diperkirakan akan tiba di Bumi pada 23 Juli 2022 sekitar pukul 4 pagi.
Data dari NOAA menunjukkan bahwa badai geomagnetik yang dihasilkan di magnetosfer bumi kemungkinan besar kelas G1 hingga kelas G2 atau minor hingga sedang. Meskipun masih ada kemungkinan, badai tersebut dapat meningkat menjadi kategori G3, yaitu badai yang kuat.
Baca juga; Badai Matahari Timbulkan Panas yang Mendekati Suhu Neraka
![Terjadi Ledakan Tsunami Matahari, Timbulkan Badai Berkecepatan 4,5 Juta Mil Per Jam]()
Kekuatan badai matahari berkisar dari G1 hingga G5, dengan G5 menjadi yang terkuat. Badai yang lebih kuat jauh lebih jarang daripada badai G1, yang cukup umum. Mike Hapgood, Konsultan Utama untuk Cuaca Luar Angkasa di STFC Rutherford Appleton Laboratory, mengatakan bahwa badai G1 tidak menyebabkan masalah besar.
Badai G5 dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan. Namun, G5 terakhir diadakan pada Oktober 2003. CME dapat menyebabkan fluktuasi jaringan listrik, operasi satelit terganggu, dan perubahan perilaku hewan yang bermigrasi karena bertabrakan dengan atmosfer bumi dan mengganggu medan magnet.
Data dari NOAA menunjukkan bahwa badai geomagnetik yang dihasilkan di magnetosfer bumi kemungkinan besar kelas G1 hingga kelas G2 atau minor hingga sedang. Meskipun masih ada kemungkinan, badai tersebut dapat meningkat menjadi kategori G3, yaitu badai yang kuat.
Baca juga; Badai Matahari Timbulkan Panas yang Mendekati Suhu Neraka

Kekuatan badai matahari berkisar dari G1 hingga G5, dengan G5 menjadi yang terkuat. Badai yang lebih kuat jauh lebih jarang daripada badai G1, yang cukup umum. Mike Hapgood, Konsultan Utama untuk Cuaca Luar Angkasa di STFC Rutherford Appleton Laboratory, mengatakan bahwa badai G1 tidak menyebabkan masalah besar.
Badai G5 dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan. Namun, G5 terakhir diadakan pada Oktober 2003. CME dapat menyebabkan fluktuasi jaringan listrik, operasi satelit terganggu, dan perubahan perilaku hewan yang bermigrasi karena bertabrakan dengan atmosfer bumi dan mengganggu medan magnet.
(wib)
Lihat Juga :