Sensor Angin Penjelajah Mars Rusak Dihantam Kerikil
Senin, 04 Juli 2022 - 16:55 WIB
loading...
A
A
A
Untuk instrumen seperti MEDA, batasannya lebih menantang, karena sensor terpapar langsung pada kondisi lingkungan Mars karena untuk merekam parameter angin. Tetapi ketika angin yang lebih kuat dari yang diperkirakan mengangkat kerikil yang lebih besar dari yang diperkirakan, kombinasi tersebut mengakibatkan kerusakan pada beberapa elemen detektor.
"Baik prediksi maupun pengalaman yang kami miliki dari misi sebelumnya tidak meramalkan angin kencang seperti itu, atau material lepas seperti itu. Ironisnya sensor rusak oleh angin, atau tepatnya oleh apa yang kita selidiki,” kata Rodriguez Manfredi.
Baca juga; China Berhasil Foto Keseluruhan Planet Mars
Penjelajah Mars Perseverance mendarat di Mars pada 18 Februari 2021 bersama dengan helikopter bernama Ingenuity. Mereka menjelajahi delta sungai purba yang mungkin kaya akan mikroba miliaran tahun yang lalu.
Selain mengukur komposisi angin, cuaca, dan batuan, rover mengambil bahan yang paling menjanjikan untuk di-cache untuk misi pengembalian sampel di masa depan. Sampel tersebut dikirim kembali ke Bumi pada 2030-an.
"Baik prediksi maupun pengalaman yang kami miliki dari misi sebelumnya tidak meramalkan angin kencang seperti itu, atau material lepas seperti itu. Ironisnya sensor rusak oleh angin, atau tepatnya oleh apa yang kita selidiki,” kata Rodriguez Manfredi.
Baca juga; China Berhasil Foto Keseluruhan Planet Mars
Penjelajah Mars Perseverance mendarat di Mars pada 18 Februari 2021 bersama dengan helikopter bernama Ingenuity. Mereka menjelajahi delta sungai purba yang mungkin kaya akan mikroba miliaran tahun yang lalu.
Selain mengukur komposisi angin, cuaca, dan batuan, rover mengambil bahan yang paling menjanjikan untuk di-cache untuk misi pengembalian sampel di masa depan. Sampel tersebut dikirim kembali ke Bumi pada 2030-an.
(wib)
Lihat Juga :