Gara-Gara Keong Raksasa Ini, Kota Florida Harus Lockdown 2 Tahun
Sabtu, 02 Juli 2022 - 10:27 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga; Ajaib, Siput Laut Ini Bisa Memenggal Kepalanya dan Menumbuhkan Tubuh Baru
![Gara-Gara Keong Raksasa Ini, Kota Florida Harus Lockdown 2 Tahun]()
Keong raksasa ini juga sulit dibasmi karena tidak memiliki predator alami. Setiap siput dapat hidup hingga sembilan tahun dan tumbuh hingga delapan inci panjangnya, kira-kira seukuran tangan orang dewasa dari ujung jari hingga lipatan di bawah telapak tangan.
Pengobatan untuk membasmi hama ini dimulai pada Rabu, 29 Juni 2022, yaitu menggunakan pestisida bernama metaldehyde yang dikenal dapat mengendalikan keong. Cara ini dinilai aman untuk sayuran dan tanaman hias di lapangan atau rumah kaca, pada pohon buah-buahan, tanaman buah kecil, di kebun alpukat dan jeruk, tanaman berry, tanaman pisang dan daerah pemukiman.
Pemilik properti di dalam area perawatan karantina akan diberitahu secara langsung atau melalui pemberitahuan tertulis setidaknya 24 jam sebelum penyemprotan pestisida. “Produk yang tersedia dapat diaplikasikan sebagai butiran, semprotan, debu atau pelet umpan,” ujar FDACS.

Keong raksasa ini juga sulit dibasmi karena tidak memiliki predator alami. Setiap siput dapat hidup hingga sembilan tahun dan tumbuh hingga delapan inci panjangnya, kira-kira seukuran tangan orang dewasa dari ujung jari hingga lipatan di bawah telapak tangan.
Pengobatan untuk membasmi hama ini dimulai pada Rabu, 29 Juni 2022, yaitu menggunakan pestisida bernama metaldehyde yang dikenal dapat mengendalikan keong. Cara ini dinilai aman untuk sayuran dan tanaman hias di lapangan atau rumah kaca, pada pohon buah-buahan, tanaman buah kecil, di kebun alpukat dan jeruk, tanaman berry, tanaman pisang dan daerah pemukiman.
Pemilik properti di dalam area perawatan karantina akan diberitahu secara langsung atau melalui pemberitahuan tertulis setidaknya 24 jam sebelum penyemprotan pestisida. “Produk yang tersedia dapat diaplikasikan sebagai butiran, semprotan, debu atau pelet umpan,” ujar FDACS.
(wib)
Lihat Juga :