Andalusia, Kisah Buku Perpus yang Dibakar Negeri Barat
Senin, 20 Juni 2022 - 18:50 WIB
loading...
A
A
A
Saat itu, perpustakaan Kristen terbesar di Eropa hanya memiliki 600 buku, sedangkan para ahli kaligrafi Cordoba memproduksi sekitar 6.000 buku per tahunnya. Mereka hidup damai berdampingan tanpa adanya permusuhan. Kedamaian mulai hancur ketika Penaklukan Spanyol oleh raja-raja Katolik.
Ketika pendekatan misionaris moderat Uskup Agung Granada, Hernando de Talavera diganti menjadi Fanatisme Kardinal Cisneros, mulai muncul kekacauan dengan pembakaran semua teks agama dalam bahasa Arab. Hal ini mengakibatkan pemberontakan pertama Alpujarras ( 1499-1500) dan pembunuhan salah satu agen Kardinal.
Setelahnya, pada 1499 pemuka agama Islam di Granada dibujuk untuk menyerahkan lebih dari 5.000 buku dengan jilid hiasan. Buku tersebut dibakar dan hanya menyisakan beberapa tentang obat-obatan.
Setelah itu, mulai muncul paksaan antara pembaptisan atau pengasingan. Para penduduk muslim dipaksa masuk Kristen, jika menolak maka satu-satunya jalan adalah diasingkan atau diusir.
Ketika pendekatan misionaris moderat Uskup Agung Granada, Hernando de Talavera diganti menjadi Fanatisme Kardinal Cisneros, mulai muncul kekacauan dengan pembakaran semua teks agama dalam bahasa Arab. Hal ini mengakibatkan pemberontakan pertama Alpujarras ( 1499-1500) dan pembunuhan salah satu agen Kardinal.
Setelahnya, pada 1499 pemuka agama Islam di Granada dibujuk untuk menyerahkan lebih dari 5.000 buku dengan jilid hiasan. Buku tersebut dibakar dan hanya menyisakan beberapa tentang obat-obatan.
Setelah itu, mulai muncul paksaan antara pembaptisan atau pengasingan. Para penduduk muslim dipaksa masuk Kristen, jika menolak maka satu-satunya jalan adalah diasingkan atau diusir.
(bim)
Lihat Juga :