3 Penemu Asal Indonesia yang Namanya Mendunia, Karyanya Tak Kalah Hebat
Selasa, 14 Juni 2022 - 12:09 WIB
loading...
A
A
A
Dikutip dari Ys Journal, dalam salah satu penemuannya, Habibie pernah mengembangkan teori yang mencegah pesawat hancur saat melakukan penerbangan. Pada awal 1960-an, kecelakaan pesawat kerap terjadi karena masalah pada konstruksinya.
Habibie mengembangkan teori perambatan retak sebagai solusinya. Dari teori ini, titik retak bisa diprediksi lebih awal. Sehingga bisa menghasilkan pesawat yang lebih aman. Dengan titik retak tertentu, konstruksi pesawat juga menjadi lebih cepat karena pengujian dapat dilakukan dengan singkat.
Baca juga : Jabir Ibn Hayyan, Ilmuwan Muslim Penemu Air Keras
2. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo
Selain BJ Habibie, Josaphat Tetuko Sri Sumantyo atau biasa dikenal Prof Josh juga memiliki sejumlah penemuan luar biasa. Pria kelahiran 25 Juni 1970 ini diketahui sebagai penemu radar satelit, alat pengamatan bumi berbasis microwave remote sensing, hingga penemu mobile satellite communications.
Dikutip dari pemberitaan Sindonews sebelumnya, selain beberapa temuannya tadi, Prof Josh juga berhasil menemukan Circularly Polarized Synthetic Aperture Radar, sebuah sensor yang bisa dipasang pada pesawat berawak, tanpa awak, hingga microsatellite.
Sensor buatannya ini diketahui bisa menembus kabut, awan, serta tidak terpengaruh Faraday Rotation di lapisan ionosfer dan perubahan posisi platform satelit. Penemuannya ini bahkan sudah diakui oleh Jepang yang dikenal sebagai negara dengan perkembangan teknologinya yang mumpuni.
Habibie mengembangkan teori perambatan retak sebagai solusinya. Dari teori ini, titik retak bisa diprediksi lebih awal. Sehingga bisa menghasilkan pesawat yang lebih aman. Dengan titik retak tertentu, konstruksi pesawat juga menjadi lebih cepat karena pengujian dapat dilakukan dengan singkat.
Baca juga : Jabir Ibn Hayyan, Ilmuwan Muslim Penemu Air Keras
2. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo
Selain BJ Habibie, Josaphat Tetuko Sri Sumantyo atau biasa dikenal Prof Josh juga memiliki sejumlah penemuan luar biasa. Pria kelahiran 25 Juni 1970 ini diketahui sebagai penemu radar satelit, alat pengamatan bumi berbasis microwave remote sensing, hingga penemu mobile satellite communications.
Dikutip dari pemberitaan Sindonews sebelumnya, selain beberapa temuannya tadi, Prof Josh juga berhasil menemukan Circularly Polarized Synthetic Aperture Radar, sebuah sensor yang bisa dipasang pada pesawat berawak, tanpa awak, hingga microsatellite.
Sensor buatannya ini diketahui bisa menembus kabut, awan, serta tidak terpengaruh Faraday Rotation di lapisan ionosfer dan perubahan posisi platform satelit. Penemuannya ini bahkan sudah diakui oleh Jepang yang dikenal sebagai negara dengan perkembangan teknologinya yang mumpuni.
Lihat Juga :