Antisipasi Serangan Siber, National Cybersecurity Connect 2022 Digelar
Senin, 30 Mei 2022 - 12:14 WIB
loading...
Naganaya Indonesia berkolaborasi dengan TIK APTIKNAS beserta BSSN menyelenggarakan event Soft Launching National Cybersecurity Connect 2022. FOTO/ DOK SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Naganaya Indonesia berkolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Nasional (APTIKNAS) beserta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyelenggarakan event Soft Launching National Cybersecurity Connect 2022.
Pandemi Covid-19 telah memaksa Indonesia untuk melakukan percepatan pemanfaatan teknologi digital. Peranan transformasi digital sangatlah penting dalam membantu terciptanya efektifitas dan efisiensi di segala lini kehidupan, khususnya dalam peningkatan ekonomi nasional.
BACA JUGA - Serang Indonesia, Hacker Pakai Nama Pos Indonesia
Pada tahun 2022, pemerintah Indonesia dipercaya akan terus berupaya untuk melakukan beberapa strategi penting dalam melakukan pemulihan ekonomi nasional dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 4%-5%.
Hal ini tentunya tidaklah mudah, dan memerlukan kolaborasi sinergitas antar pihak dalam peningkatan ekonomi nasional. Disamping itu, pertumbuhan ekonomi yang tinggi juga akan berpotensi untuk mengundang banyak ancaman kejahatan khususnya di bidang keamanan siber.
Berkaca pada tahun 2021, tercatat terdapat sekitar 1,6 miliar serangan siber secara nasional dan kejahatan siber ini diproyeksikan akan terus mengancam berbagai sektor bisnis/industri dan belum surut pada 2022.
Pandemi Covid-19 telah memaksa Indonesia untuk melakukan percepatan pemanfaatan teknologi digital. Peranan transformasi digital sangatlah penting dalam membantu terciptanya efektifitas dan efisiensi di segala lini kehidupan, khususnya dalam peningkatan ekonomi nasional.
BACA JUGA - Serang Indonesia, Hacker Pakai Nama Pos Indonesia
Pada tahun 2022, pemerintah Indonesia dipercaya akan terus berupaya untuk melakukan beberapa strategi penting dalam melakukan pemulihan ekonomi nasional dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 4%-5%.
Hal ini tentunya tidaklah mudah, dan memerlukan kolaborasi sinergitas antar pihak dalam peningkatan ekonomi nasional. Disamping itu, pertumbuhan ekonomi yang tinggi juga akan berpotensi untuk mengundang banyak ancaman kejahatan khususnya di bidang keamanan siber.
Berkaca pada tahun 2021, tercatat terdapat sekitar 1,6 miliar serangan siber secara nasional dan kejahatan siber ini diproyeksikan akan terus mengancam berbagai sektor bisnis/industri dan belum surut pada 2022.
Lihat Juga :