Kristal Berusia 3,8 Miliar Tahun Ini Jadi Bukti Awal Terbentuknya Lempeng Tektonik
Senin, 25 April 2022 - 14:12 WIB
loading...
Penemuan sejumlah kristal zirkon kuno di Afrika Selatan menyimpan bukti subduksi tertua, elemen kunci dari lempeng tektonik. Foto/Forbes
A
A
A
LONDON - Penemuan sejumlah kristal zirkon kuno di Afrika Selatan menyimpan bukti subduksi tertua, elemen kunci dari lempeng tektonik. Kristal langka berusia 3,8 miliar tahun lalu memberikan petunjuk baru kapan lempeng tektonik mulai bergerak membentuk lapisan permukaan Bumi .
Menurut studi baru yang diterbitkan dalam jurnal akses terbuka AGU Advances kerak bumi dan lapisan atas mantel tepat di bawahnya terpecah menjadi lempeng-lempeng kaku yang bergerak perlahan di atas lapisan bawah batuan mantel yang kental tetapi bergerak.
Panas dari inti bumi mendorong gerakan lambat namun tak terhindarkan ini, yang bertanggung jawab atas gunung berapi, gempa bumi, dan pengangkatan pegunungan. Perkiraan kapan proses ini muncul dan kerak modern terbentuk sekitar dari lebih dari 4 miliar tahun yang lalu hingga hanya 800 juta tahun yang lalu.
“Bumi Hadean adalah kotak misteri besar ini,” kata Nadja Drabon, seorang ahli geologi di Universitas Harvard penulis utama studi baru terse but dikutip SINDOnews dari laman Forbes, Senin (25/4/2022).
Baca juga; Gletser Es Patagonia Mencair Lebih Cepat, Lapisan Bumi Ikut Terangkat
Menurut studi baru yang diterbitkan dalam jurnal akses terbuka AGU Advances kerak bumi dan lapisan atas mantel tepat di bawahnya terpecah menjadi lempeng-lempeng kaku yang bergerak perlahan di atas lapisan bawah batuan mantel yang kental tetapi bergerak.
Panas dari inti bumi mendorong gerakan lambat namun tak terhindarkan ini, yang bertanggung jawab atas gunung berapi, gempa bumi, dan pengangkatan pegunungan. Perkiraan kapan proses ini muncul dan kerak modern terbentuk sekitar dari lebih dari 4 miliar tahun yang lalu hingga hanya 800 juta tahun yang lalu.
“Bumi Hadean adalah kotak misteri besar ini,” kata Nadja Drabon, seorang ahli geologi di Universitas Harvard penulis utama studi baru terse but dikutip SINDOnews dari laman Forbes, Senin (25/4/2022).
Baca juga; Gletser Es Patagonia Mencair Lebih Cepat, Lapisan Bumi Ikut Terangkat
Lihat Juga :