Setelah 90 Tahun, Burung Bertanduk Merah Langka India Ditemukan Kembali
Minggu, 24 April 2022 - 11:03 WIB
loading...
A
A
A
Tragopans sering disebut "burung bertanduk" karena mereka menampilkan tonjolan seperti tanduk selama pacaran. Seperti Tragopan lainnya, Satyr dihadapkan pada perusakan habitat dan tekanan perburuan dan sekarang berstatus hampir terancam.
Satyr jantan memiliki panjang 68 cm dan berwarna merah cerah dengan bintik-bintik putih. Betina lebih kecil, kurang mencolok dan berwarna coklat. Burung-burung ini tinggal di hutan ek dan rhododendron yang lembab dengan semak belukar yang lebat dan rumpun bambu.
Baca juga; Bangau Putih, Burung Nasional Ukraina yang Sakral dan Simbol Kesejahteraan
![Setelah 90 Tahun, Burung Bertanduk Merah Langka India Ditemukan Kembali]()
Dhriti Banerjee mengatakan, wilayah Benggala Utara di Benggala Barat kaya akan keanekaragaman fauna karena habitat berkualitas tinggi dan perlindungan oleh departemen kehutanan. Selain Taman Nasional Singalila, kawasan lindung yang meliputi Suaka Margasatwa Senchal adalah rumah bagi beberapa spesies prioritas konservasi utama.
Banerjee menyatakan bahwa studi jangka panjang oleh para ilmuwan ZSI yang didanai oleh Misi Nasional Studi Himalaya telah menghasilkan dokumentasi 17 mamalia besar dan sedang dari cagar alam. Dari hewan-hewan ini, International Union for Conservation of Nature (IUCN) menyebutkan tiga spesies telah dikategorikan berstatus 'rentan', yaitu beruang hitam Asia, macan tutul biasa, dan serow daratan. Tiga lainnya berstatus 'hampir terancam', yaitu kucing emas, Kucing marmer, tupai raksasa hitam.
Satyr jantan memiliki panjang 68 cm dan berwarna merah cerah dengan bintik-bintik putih. Betina lebih kecil, kurang mencolok dan berwarna coklat. Burung-burung ini tinggal di hutan ek dan rhododendron yang lembab dengan semak belukar yang lebat dan rumpun bambu.
Baca juga; Bangau Putih, Burung Nasional Ukraina yang Sakral dan Simbol Kesejahteraan

Dhriti Banerjee mengatakan, wilayah Benggala Utara di Benggala Barat kaya akan keanekaragaman fauna karena habitat berkualitas tinggi dan perlindungan oleh departemen kehutanan. Selain Taman Nasional Singalila, kawasan lindung yang meliputi Suaka Margasatwa Senchal adalah rumah bagi beberapa spesies prioritas konservasi utama.
Banerjee menyatakan bahwa studi jangka panjang oleh para ilmuwan ZSI yang didanai oleh Misi Nasional Studi Himalaya telah menghasilkan dokumentasi 17 mamalia besar dan sedang dari cagar alam. Dari hewan-hewan ini, International Union for Conservation of Nature (IUCN) menyebutkan tiga spesies telah dikategorikan berstatus 'rentan', yaitu beruang hitam Asia, macan tutul biasa, dan serow daratan. Tiga lainnya berstatus 'hampir terancam', yaitu kucing emas, Kucing marmer, tupai raksasa hitam.
(wib)
Lihat Juga :