Keunikan Bulan Purnama Merah Muda dan Fenomena Alam Sekitarnya
Minggu, 17 April 2022 - 12:41 WIB
loading...
Menurut NASA bulan purnama merah muda menerangi langit sepanjang akhir pekan ini dari Jumat pagi hingga Senin pagi (15-17 April 2022) dan puncaknya terjadi pada Sabtu 16 April 2022. Foto/Space.com/NASA/Preston Dyches
A
A
A
WASHINGTON - Purnama bulan April sangat unik karena punya nama yang manis yaitu purnama merah muda. Apalagi tahun ini purnama merah muda terbilang istimewa karena bertepatan dengan perayaan Paskah, Ramadhan , dan musim semi di seluruh dunia.
Menurut NASA bulan purnama merah muda menerangi langit sepanjang akhir pekan ini dari Jumat pagi hingga Senin pagi (15-17 April 2022) dan puncaknya terjadi pada Sabtu 16 April 2022. Menurut The Old Farmer's Almanac nama bulan merah muda dikaitkan dengan mekarnya tanaman Phlox subulata di musim semi, bunga liar merah muda asli Amerika Utara bagian timur.
Tanaman ini umumnya dikenal sebagai phlox merayap, phlox lumut, atau phlox gunung. Penduduk asli Amerika memberikan merah muda untuk bulan purnama April adalah penghormatan kepada musim semi.
Baca juga; Ini Alasan Purnama pada April Disebut Bulan Merah Muda
Suku Dakota menjulukinya purnama bulan April sebagai "bulan ketika sungai dapat dilayari kembali". Sedangkan suku Tlingit menyebutnya "bulan tunas tanaman dan semak", mengacu pada akhir musim dingin dan kebangkitan pertumbuhan tanaman.
Dikutip SINDOnews dari laman ntd, Minggu (17/42022), berbeda dengan dua tahun terakhir, bulan merah muda April ini tidak akan menjadi supermoon. Namun, ada makna tersendiri yang tersimpan dalam cerita rakyat. “Bulan purnama di bulan April membawa embun beku. Jika bulan purnama terbit pucat, harapkan hujan,” keterangan The Old Farmer's Almanak.
Ahli Meteorologi Judson Jones mempunyai padangan tersendiri. Dia menilai pasti ada kemungkinan hujan atau embun beku akhir pekan ini. Bahkan ada juga kemungkinan tidak keduanya.
Menurut NASA bulan purnama merah muda menerangi langit sepanjang akhir pekan ini dari Jumat pagi hingga Senin pagi (15-17 April 2022) dan puncaknya terjadi pada Sabtu 16 April 2022. Menurut The Old Farmer's Almanac nama bulan merah muda dikaitkan dengan mekarnya tanaman Phlox subulata di musim semi, bunga liar merah muda asli Amerika Utara bagian timur.
Tanaman ini umumnya dikenal sebagai phlox merayap, phlox lumut, atau phlox gunung. Penduduk asli Amerika memberikan merah muda untuk bulan purnama April adalah penghormatan kepada musim semi.
Baca juga; Ini Alasan Purnama pada April Disebut Bulan Merah Muda
Suku Dakota menjulukinya purnama bulan April sebagai "bulan ketika sungai dapat dilayari kembali". Sedangkan suku Tlingit menyebutnya "bulan tunas tanaman dan semak", mengacu pada akhir musim dingin dan kebangkitan pertumbuhan tanaman.
Dikutip SINDOnews dari laman ntd, Minggu (17/42022), berbeda dengan dua tahun terakhir, bulan merah muda April ini tidak akan menjadi supermoon. Namun, ada makna tersendiri yang tersimpan dalam cerita rakyat. “Bulan purnama di bulan April membawa embun beku. Jika bulan purnama terbit pucat, harapkan hujan,” keterangan The Old Farmer's Almanak.
Ahli Meteorologi Judson Jones mempunyai padangan tersendiri. Dia menilai pasti ada kemungkinan hujan atau embun beku akhir pekan ini. Bahkan ada juga kemungkinan tidak keduanya.
Lihat Juga :