Riset Dampak Pergeseran Perilaku Penggunaan Kecerdasan Buatan dan Big Data
Jum'at, 15 April 2022 - 11:11 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini menunjukkan bahwa ESG diakui sebagai prioritas utama bagi pemimpin bisnis, dan mereka yang gagal melakukan sesuatu untuk kepentingan masyarakat akan mengalami risiko besar bagi pertumbuhan bisnis dan tenaga kerja mereka.
Penelitian ini juga mempelajari pergeseran perilaku terhadap AI, Machine Learning (ML) dan Data Analytics di antara para pembuat keputusan, termasuk C-Suite dan pekerja intelektual. Data ini menunjukkan bahwa semua bagian sudah siap untuk menciptakan momen yang tepat bagi perusahaan untuk mempercepat strategi AI/ML mereka.
Gagal melakukan sesuatu untuk kepentingan sosial memberikan risiko bagi pertumbuhan bisnis dan pekerja
Hampir seperempat (24%) dari pengambil keputusan dan lebih dari satu dari lima (22%) pekerja intelektual di seluruh dunia yakin bahwa perusahaan mereka seharusnya secara publik mendukung praktik bisnis berkelanjutan. Selain itu, mayoritas pekerja intelektual (81%) berpendapat bahwa ada kebutuhan untuk memanfaatkan AI dalam menyediakan praktik bisnis yang lebih berkelanjutan yang bisa menguntungkan organisasi dan masyarakat yang mereka layani.
Di Indonesia, mayoritas pengambil keputusan dan pekerja intelektual (61%), meyakini bahwa apabila perusahaan mereka tidak mulai menggunakan data yang mereka punya untuk mengambil keputusan bisnis yang lebih berkelanjutan dalam 36 bulan ke depan, bisnis mereka akan menurun.
Penelitian ini juga mempelajari pergeseran perilaku terhadap AI, Machine Learning (ML) dan Data Analytics di antara para pembuat keputusan, termasuk C-Suite dan pekerja intelektual. Data ini menunjukkan bahwa semua bagian sudah siap untuk menciptakan momen yang tepat bagi perusahaan untuk mempercepat strategi AI/ML mereka.
Gagal melakukan sesuatu untuk kepentingan sosial memberikan risiko bagi pertumbuhan bisnis dan pekerja
Hampir seperempat (24%) dari pengambil keputusan dan lebih dari satu dari lima (22%) pekerja intelektual di seluruh dunia yakin bahwa perusahaan mereka seharusnya secara publik mendukung praktik bisnis berkelanjutan. Selain itu, mayoritas pekerja intelektual (81%) berpendapat bahwa ada kebutuhan untuk memanfaatkan AI dalam menyediakan praktik bisnis yang lebih berkelanjutan yang bisa menguntungkan organisasi dan masyarakat yang mereka layani.
Di Indonesia, mayoritas pengambil keputusan dan pekerja intelektual (61%), meyakini bahwa apabila perusahaan mereka tidak mulai menggunakan data yang mereka punya untuk mengambil keputusan bisnis yang lebih berkelanjutan dalam 36 bulan ke depan, bisnis mereka akan menurun.
Lihat Juga :