Pesawat China Eastern Airlines yang Jatuh Bisa Terbang Tanpa Pilot dengan 1 Mesin
Selasa, 22 Maret 2022 - 11:01 WIB
loading...
Pesawat China Eastern Airlines yang jatuh gunakan twin engine. FOTO Ilustrasi/ ist
A
A
A
BEIJING - Jatuhnya pesawat China Eastern Airlines jenis Boeing 737-800 China Eastern MU5735 pada hari Senin (21/3/2022) pukul 13:15 waktu setempat (12:15 WIB) mengejutkan duni penerbangan. Pasalnya pesawat Boeing 737-800 masih bisa terbang walau tanpa pilot dan hanya 1 mesin.
Pesawat ini memakai twin engine seperti Boeing 737 punya kemampuan xtended-range Twin-engine Operational Performance Standards (ETOPS) memungkinkan pesawat twin jet tetap terbang meski hanya menggunakan satu mesin.
BACA JUGA - China Eastern Airlines yang Jatuh Sama dengan Pesawat Kepresidenan Indonesia
Tetapi, bagaimana ketika seluruh mesin mati, apakah pesawat, baik twinjet, trijet, ataupun quadjet, apakah pesawat langsung terjun bebas?
Seperti dilansir dari Simple Flying, ketika seluruh mesin pesawat mati, pilot biasanya akan meminta co-pilot untuk memulihkan Auxiliary Power Unit (APU). APU berfungsi sebagai sumber energi pesawat seperti listrik dan pendingin ruangan.
Pesawat ini memakai twin engine seperti Boeing 737 punya kemampuan xtended-range Twin-engine Operational Performance Standards (ETOPS) memungkinkan pesawat twin jet tetap terbang meski hanya menggunakan satu mesin.
BACA JUGA - China Eastern Airlines yang Jatuh Sama dengan Pesawat Kepresidenan Indonesia
Tetapi, bagaimana ketika seluruh mesin mati, apakah pesawat, baik twinjet, trijet, ataupun quadjet, apakah pesawat langsung terjun bebas?
Seperti dilansir dari Simple Flying, ketika seluruh mesin pesawat mati, pilot biasanya akan meminta co-pilot untuk memulihkan Auxiliary Power Unit (APU). APU berfungsi sebagai sumber energi pesawat seperti listrik dan pendingin ruangan.
Lihat Juga :