Australia Kembangkan Kereta Listrik Pakai Teknologi yang Tidak Biasa

Selasa, 15 Maret 2022 - 17:09 WIB
loading...
Australia Kembangkan...
Australia kembangkan Kereta Listrik pakai teknologi yang tidak biasa. FOTO/ IST
A A A
SIDNEY - Perusahaan teknik asal Australia, Fortescue Future Industries mengumumkan proyek kereta listrik bernama Infinity Train. Berbeda dari kereta listrik lainnya, kereta ini diklaim bebas karbon.

Melansir dari BGR, Selasa (15/3/2022), Infinity Train nantinya tidak lagi mengandalkan pembangkit listrik sebagai dayanya. Tetapi menggunakan baterai yang bisa diisi ulang dengan memanfaatkan gaya gravitasi.

BACA JUGA - Kecanggihan Mitsubishi di Tampomas II Jadi Neraka di Laut Jawa

Fortescue mengatakan baterai listrik akan diisi ulang menggunakan gaya gravitasi saat relnya menurun. Itu berarti tidak perlu mengisi ulang atau mengisi bahan bakar setelah mencapai stasiun.

Fortescue Future Industries mengumumkan proyek kereta tersebut setelah mengakuisisi perusahaan yang berbasis di Inggris, Williams Advanced Engineering (WAE). Bersama-sama, dengan dana lebih dari USD 50 juta atau sekitar Rp 716 miliar, kedua perusahaan akan mengembangkannya.

"Infinity Train akan menambah moda transportasi hijau Fortescue. Kereta jenis baru ini sedang dalam pengembangan dan nantinya akan menjadi pemain utama, memberikan nilai besar bagi pemegang saham kami,” kata Dr. Andrew Forrest AO, pendiri dan ketua Fortescue.

Prerusahaan menyebut Infinity Train akan membantu mempercepat perlombaan Fortescue untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2030. Diharapkan proyek dapat mengurangi biaya operasi dan pemeliharaan saat ini.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Workshop-Tools Mastery...
Workshop-Tools Mastery Class, Tingkatkan Penguasaan Tools AI dan Kemampuan Super Individual
Kemajuan Teknologi Jadi...
Kemajuan Teknologi Jadi Tantangan Menguji Karakter Bangsa
ShortPro Segera Meluncurkan...
ShortPro Segera Meluncurkan Produk AI Unggulan AI X
Ternyata Ini yang Bikin...
Ternyata Ini yang Bikin China Bisa Tinggalkan Jauh Teknologi AS
Srikandi, Tempat Sampah...
Srikandi, Tempat Sampah AI Canggih yang Mengubah Cara Memilah Sampah
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Sambut Libur Panjang,...
Sambut Libur Panjang, Whoosh Beri Diskon Rombongan hingga 20 Persen
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Rekomendasi
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Purbaya Bakal Tempatkan...
Purbaya Bakal Tempatkan Dana Rp400 Triliun Lagi di Himbara
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
Berita Terkini
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai 10,9 Miliar?
Tiga Raja HP Konser...
Tiga Raja HP Konser Diadu: Samsung, Oppo, vivo Bertarung di Panggung Feast dan Hindia
Ternyata 5,16 Miliar...
Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved