Ini Alasan Sikap Optimisme dan Keceriaan Menjadi Kunci Panjang Umur
Sabtu, 12 Maret 2022 - 20:39 WIB
loading...
A
A
A
“Penelitian menunjukkan bahwa orang yang lebih optimis mungkin dapat mengatur emosi dan perilaku. Mereka sanggup bangkit kembali dari stres dan kesulitan yang dihadapi secara efektif,” kata penulis senior Dr Laura Kubzansky, seorang Profesor Ilmu Sosial dan Perilaku.
Dengan kata lain, orang yang optimis tidak akan terlalu bersemangat saat berdebat tentang pekerjaan, rumah tangga, atau konflik kecil ketika kemacetan lalu lintas. Sikap ini mampu membatasi kerusakan yang ditimbulkan akibat stres dan emosional pada tubuh seperti peradangan.
Baca juga; Doa Panjang Umur di Bulan Rajab agar Mengalami Sya‘ban dan Ramadhan
Jadi optimisme sangat terkait dengan reaktivitas emosional yang baik dalam menghadapi masalah dan mampu memulihkan emosional secara efektif. Sikap optimisme mungkin lebih merupakan semacam kepercayaan diri yang kuat, bukan angan-angan.
“Orang yang optimis punya cara berbeda-beda dalam menangani stres. Namun, yang pasti, sikap optimisme ini dapat meningkatkan kesehatan seiring bertambahnya usia,” kata Dr Lewina Lee.
Dengan kata lain, orang yang optimis tidak akan terlalu bersemangat saat berdebat tentang pekerjaan, rumah tangga, atau konflik kecil ketika kemacetan lalu lintas. Sikap ini mampu membatasi kerusakan yang ditimbulkan akibat stres dan emosional pada tubuh seperti peradangan.
Baca juga; Doa Panjang Umur di Bulan Rajab agar Mengalami Sya‘ban dan Ramadhan
Jadi optimisme sangat terkait dengan reaktivitas emosional yang baik dalam menghadapi masalah dan mampu memulihkan emosional secara efektif. Sikap optimisme mungkin lebih merupakan semacam kepercayaan diri yang kuat, bukan angan-angan.
“Orang yang optimis punya cara berbeda-beda dalam menangani stres. Namun, yang pasti, sikap optimisme ini dapat meningkatkan kesehatan seiring bertambahnya usia,” kata Dr Lewina Lee.
(wib)
Lihat Juga :