Letusan Matahari Semburkan Plasma Raksasa Sejauh 3,5 Juta Km, Bagaimana Nasib Bumi?

Sabtu, 12 Maret 2022 - 19:05 WIB
loading...
Letusan Matahari Semburkan...
Letusan Matahari yang terjadi pada 15 Februari 2022 menyemburkan plasma raksasa sejauh 2,2 juta mil atau sekitar 3,5 juta km ke luar angkasa. Foto/bgr
A A A
LETUSAN Matahari yang terjadi pada 15 Februari 2022 menyemburkan plasma raksasa sejauh 2,2 juta mil atau sekitar 3,5 juta km ke luar angkasa. Meskipun jarak Marahari dan Bumi cukup jauh sekitar 92 juta mil atau 148 juta km, efek semburan plasma yang dikenal sebagai badai Matahari harus diwaspadai.

Dikutip dari laman bgr.com, Sabtu (12/3/2022), peristiwa letusan Matahari yang menyeburkan plasma raksasa terekam Solar Orbiter Badan Antariksa Eropa pada 15 Februari 2022. Kemungkinan besar letusan terjadi pada sisi berlawanan dari Matahari sehingga semburan plasma mengarah menjauh dari Bumi.

Solar Orbiter menangkap gambar menggunakan Full Sun Imager. Instrumen ini merupakan bagian dari Extreme Ultraviolet Imager (EUI). FSI memberi ESA dan NASA pandangan penuh ke Matahari setiap kali melintas cukup dekat dengan cakram matahari.

Baca juga; Badai Matahari Timbulkan Panas yang Mendekati Suhu Neraka

Letusan matahari raksasa adalah pengingat yang gamblang tentang bagaimana volatilitas Matahari. Peristiwa itu ditangkap saat penonjolan matahari menyebar dari bola matahari. Penonjolan matahari sering dikaitkan dengan lontaran massa korona dari permukaan Matahari.

Kadang-kadang mereka terjadi menghadap Bumi dan itu mendatangkan malapetaka pada perangkat teknologi dan Bumi. Meskipun mungkin terdengar menakutkan, semburan matahari tidak akan menghancurkan planet Bumi.

Sebagian besar kejadian letusan Matahari yang dialami di masa lalu hanya menyebabkan badai geomagnetik. Para ilmuwan juga kadang-kadang menyebutnya badai matahari. Mereka terjadi ketika partikel bermuatan Matahari meluncur menuju Bumi.

Baca juga; Ini Rekaman Video Detik-Detik Satelit SpaceX Starlink Berguguran Setelah Dihantam Badai Matahari
Letusan Matahari Semburkan Plasma Raksasa Sejauh 3,5 Juta Km, Bagaimana Nasib Bumi?


Pada akhirnya, badai Matahari ini dapat menyebabkan masalah dengan sinyal GPS dan elektronik lainnya. Jika cukup besar, letusan matahari raksasa dapat menyebabkan banyak kerusakan pada teknologi modern. Jaringan listrik dan kabel internet skala besar kita bisa menjadi korban plasma yang merusak dari ledakan Matahari. Karena itu, sangat penting bagi NASA dan ESA untuk terus mengawasi Matahari.

Para ilmuwan juga mengatakan Matahari tidak akan meledak selama lima miliar tahun lagi. Namun, Matahari akan terus menjadi bola energi yang tak terduga dan masif. Ledakan terbaru ini adalah pengingat nyata bahwa kita harus tetap waspada dan terus memantau Matahari yang bisa meletuskan plasma raksasa di masa depan.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan China Siap...
Rusia dan China Siap Halau Badai Matahari
Keajaiban Tibet: Ribuan...
Keajaiban Tibet: Ribuan Panel Surya Ubah Tanah Mati Jadi Subur, Kok Bisa?
Delapan Remaja Terluka...
Delapan Remaja Terluka Akibat Ledakan Baterai Ponsel
NASA Deteksi Semburan...
NASA Deteksi Semburan Flare Matahari Kembali Normal
Fenomena Alam Juli 2025:...
Fenomena Alam Juli 2025: Matahari Lambat Terbenam hingga Jarak Bumi Semakin Menjauh
Bagian Matahari yang...
Bagian Matahari yang Belum Pernah Dilihat Manusia Menampakan Wujudnya
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
13 Potongan Tubuh Ditemukan...
13 Potongan Tubuh Ditemukan di Lokasi Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II
Rekomendasi
Beda dengan Roy Suryo,...
Beda dengan Roy Suryo, Dokter Tifa Tidak Ajukan Gugatan Praperadilan
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Berita Terkini
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Infografis
2 Badai Matahari Bakal...
2 Badai Matahari Bakal Hantam Bumi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved