Buaya Air Asin: Reptil Tertua dan Terbesar di Dunia
Kamis, 24 Februari 2022 - 20:56 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga; Buaya Muara Punya Ukuran Sangat Besar, Ini Penyebabnya
Buaya air asin muda berwarna kuning pucat, yang berubah seiring bertambahnya usia. Setelah dewasa berwarna kuning gelap dengan bintik-bintik cokelat dan abu-abu dan perut putih atau kuning. Kadang memiliki garis-garis di sisi bawah tubuh dan pita gelap di ekornya.
![Buaya Air Asin: Reptil Tertua dan Terbesar di Dunia]()
Buaya air asin hidup di perairan pantai, sungai air tawar, billabong (kolam terpencil yang ditinggalkan setelah sungai berubah arah), dan rawa-rawa. Betina bertelur sekitar 50 butir (meskipun ada catatan betina tunggal bertelur hingga 90 dalam kasus luar biasa). Hanya sekitar 1% dari semua tukik yang bertahan hidup hingga dewasa.
Buaya air asin adalah predator penyergap. Mereka menunggu tepat di bawah permukaan air, dengan hanya alis terangkat dan lubang hidung menonjol di atas air. Reptil ini menangkap mangsa yang lengah di pantai saat datang untuk minum.
Menurut ahli paleobiologi Universitas Negeri Florida Gregory M Erickson, buaya air asin memiliki gigitan terkuat dari semua kerabat buaya, dengan kecepatan 3.700 pon per inci persegi (psi). Buaya air asin termasuk salah satu reptil paling cerdas, karena memiliki repertoar suara yang relatif luas untuk berkomunikasi.
Buaya air asin muda berwarna kuning pucat, yang berubah seiring bertambahnya usia. Setelah dewasa berwarna kuning gelap dengan bintik-bintik cokelat dan abu-abu dan perut putih atau kuning. Kadang memiliki garis-garis di sisi bawah tubuh dan pita gelap di ekornya.

Buaya air asin hidup di perairan pantai, sungai air tawar, billabong (kolam terpencil yang ditinggalkan setelah sungai berubah arah), dan rawa-rawa. Betina bertelur sekitar 50 butir (meskipun ada catatan betina tunggal bertelur hingga 90 dalam kasus luar biasa). Hanya sekitar 1% dari semua tukik yang bertahan hidup hingga dewasa.
Buaya air asin adalah predator penyergap. Mereka menunggu tepat di bawah permukaan air, dengan hanya alis terangkat dan lubang hidung menonjol di atas air. Reptil ini menangkap mangsa yang lengah di pantai saat datang untuk minum.
Menurut ahli paleobiologi Universitas Negeri Florida Gregory M Erickson, buaya air asin memiliki gigitan terkuat dari semua kerabat buaya, dengan kecepatan 3.700 pon per inci persegi (psi). Buaya air asin termasuk salah satu reptil paling cerdas, karena memiliki repertoar suara yang relatif luas untuk berkomunikasi.
(wib)
Lihat Juga :