370 Bejana Berisi Residu Bahan Pembalseman, Ungkap Proses Pembuatan Mumi Mesir Kuno
Kamis, 17 Februari 2022 - 20:55 WIB
loading...
A
A
A
Para ahli juga menemukan residu resin, minyak atau mur dalam wadah berbentuk amphora. Selain itu, deposit tersebut juga berisi empat toples kanopi yang terbuat dari batu kapur, yang digunakan untuk menyimpan jeroan yang dikeluarkan dari tubuh selama proses pembalseman.
“Yang kami temukan adalah toples kanopi kosong, yang belum digunakan. Menariknya, ada tulisan di atasnya termasuk nama pemiliknya. Itulah yang membantu kami mengidentifikasi orang yang memiliki simpanan ini,” tambah Jiri Janak.
Baca juga; Misteri Mumi Wanita Hamil, Janin yang Dikandung Tetap Awet Setelah 2.000 Tahun
![370 Bejana Berisi Residu Bahan Pembalseman, Ungkap Proses Pembuatan Mumi Mesir Kuno]()
Sejauh ini, para peneliti hanya membuka sebagian dari hampir 400 bejana yang disegel. Tahun ini, mereka akan terus menganalisis wadah keramik dan isinya. Sebagian anggota tim akan memeriksa struktur yang berdekatan tepat di sebelah deposit mumifikasi. Kemungkinan besar itu adalah makam pemiliknya, yang menurut prasasti di guci itu bernama Wahibre-mery-Neith.
Tim ahli Mesir Kuno Ceko telah bekerja di situs di Abusir sejak tahun 1960-an dan memiliki salah satu situs arkeologi terbesar yang dipinjamkan oleh orang Mesir kepada orang asing. “Bayangkan luasnya sekitar dua kilometer persegi. Kami perkirakan baru sekitar sepuluh persen dari total area yang telah dieksplorasi,” kata arkeolog Veronika Dulíkova.
“Yang kami temukan adalah toples kanopi kosong, yang belum digunakan. Menariknya, ada tulisan di atasnya termasuk nama pemiliknya. Itulah yang membantu kami mengidentifikasi orang yang memiliki simpanan ini,” tambah Jiri Janak.
Baca juga; Misteri Mumi Wanita Hamil, Janin yang Dikandung Tetap Awet Setelah 2.000 Tahun

Sejauh ini, para peneliti hanya membuka sebagian dari hampir 400 bejana yang disegel. Tahun ini, mereka akan terus menganalisis wadah keramik dan isinya. Sebagian anggota tim akan memeriksa struktur yang berdekatan tepat di sebelah deposit mumifikasi. Kemungkinan besar itu adalah makam pemiliknya, yang menurut prasasti di guci itu bernama Wahibre-mery-Neith.
Tim ahli Mesir Kuno Ceko telah bekerja di situs di Abusir sejak tahun 1960-an dan memiliki salah satu situs arkeologi terbesar yang dipinjamkan oleh orang Mesir kepada orang asing. “Bayangkan luasnya sekitar dua kilometer persegi. Kami perkirakan baru sekitar sepuluh persen dari total area yang telah dieksplorasi,” kata arkeolog Veronika Dulíkova.
(wib)
Lihat Juga :