Salah Kaprah Sinar Biru Gadget Berbahaya Bagi Mata, Ini Faktanya!

Sabtu, 12 Februari 2022 - 15:04 WIB
loading...
Salah Kaprah Sinar Biru...
Banyak yang beranggapan bahwa smartphone dan layar komputer mengeluarkan radiasi blue light atau sinar biru yang berbahaya bagi kesehatan mata. Foto/dok
A A A
JAKARTA - Banyak yang beranggapan bahwa smartphone dan layar komputer mengeluarkan radiasi blue light atau sinar biru yang berbahaya bagi kesehatan mata. Bahkan ada yang menyebut kalau sinar biru ini bisa menembus lebih dalam ke lapisan kulit dibandingkan sinar UV matahari.

Dengan ketakutan terhadap radiasi tersebut, muncul berbagai produk kacamata kesehatan yang katanya memiliki perlindungan lensa khusus untuk melawan bahaya sinar biru seperti kacamata anti radiasi, blue ray, dan lainnya.

Terlebih masa pandemi Covid-19 ini membuat semua orang terus menatap layar gadget. Mereka pun berlomba-lomba membeli kacamata tersebut agar tak mengalami gangguan mata, seperti miopi, katarak, dan lainnya.

Tetapi faktanya, sinar biru dari perangkat elektronik sama sekali tidak menyebabkan kerusakan mata. "Ini karena sinar biru tersebut merupakan sinar buatan pabrik, berbeda dengan sinar biru dari matahari," kata Dokter Spesialis Mata di Mandaya Hospital Karawang dan RSU Hermina Karawang, dr. Andreas Surya Anugrah, SpM.

BACA: Kebiasaan Bermain Ponsel di Toilet Ternyata Berbahaya, Ini Risikonya

Dikatakan juga, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan atas manfaat kacamata anti blue light untuk melindungi mata dari sinar biru perangkat elektronik. Kacamata ini akan efektif jika digunakan untuk melindungi mata dari paparan sinar matahari.

"Bluelight ini tidak menyebabkan kerusakan langsung pada mata, tidak menyebabkan kanker, tidak menyebabkan katarak, tidak menyebabkan kerusakan pusat penglihatan, tidak menyebabkan apa-apa," katanya.

dr. Andreas mengatakan, sinar biru dari perangkat elektronik hanya membuat produksi hormon perangsang tidur atau melatonin menjadi berkurang. Alhasil rasa mengantuk pun juga berkurang dan seseorang akan mengalami kesulitan untuk tidur.

BACA JUGA: Mati Misterius, Tiba-tiba Ratusan Burung Berjatuhan dari Langit

"Bluelight dari screen ini hanya menyebabkan seseorang menjadi alert karena hormon ngantuknya ditekan melatonin. Sekarang ini bahkan mau tidur aja HP dipegang terus, akhirnya seseorang itu jadi tertekan hormon tidurnya, jadi susah tidur. jadi ini membuat seseorang terjaga," ujar dr. Andreas.

Dijelaskan, hormon melatonin ini akan keluar dari tubuh saat sore menjelang malam hari dan akan bertambah banyak seiring berjalannya waktu. Inilah yang membuat seseorang mengalami kantuk, hingga puncaknya pukul 21.00-22.00, mereka tertidur.

Nah, ketika seseorang kesulitan untuk tidur, maka jam waktu istirahat pun menjadi berkurang. Akibatnya, muncul berbagai gangguan kesehatan seperti penyakit jantung, lantaran tak memiliki waktu tidur yang berkualitas.

Karena itu, dr. Andreas menyarankan untuk tidak melihat layar gadget sekitar 1-2 jam sebelum tidur, agar tidak mengalami kesulitan tidur. "Jadi memang disarankan satu jam atau dua jam sebelum tidur, jangan lihat-lihat HP lagi, supaya tidurnya berkualitas, sehingga besok paginya bisa segar," ucap dr. Andres.

BACA JUGA: Amerika Larang Hyundai dan KIA Parkir di Garasi, Alasannya Bikin Khawatir

dr. Andres kembali menegaskan bahwa sinar biru dari perangkat elektronik tidak menyebabkan kerusakan mata secara langsung, melainkan menyebabkan gangguan siklus tidur dan juga kondisi kelelahan mata.
Sementara salah satu penyebab terjadinya gangguan mata seperti miopi atau rabun jauh adalah aktivitas melihat gadget dengan jarak dekat selama berjam-jam, bukan sinar biru dari gadget.

"Perlu diketahui bahwa melihat dekat dalam waktu yang lama itu sangat melelahkan mata. Jadi, impact-nya hanya itu. Nggak perlu didramatisir ya sampai mengerikan," terang dr. Andreas.

Berbeda dengan sinar biru yang berasal dari sinar matahari, sinar itu memang memiliki panjang gelombang yang sudah terbukti berbahaya bagi mata ataupun kulit.

Sinar inilah yang bisa menyebabkan degenerasi makula dan gangguan mata lainnya hingga risiko kebutaan. Untuk mengantisipasinya, seseorang bisa menggunakan kacamata anti ultraviolet saat beraktivitas di luar ruangan.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadirkan Antigores Premium,...
Hadirkan Antigores Premium, Urbanprime Solusi Elegan Pengguna iPhone
Apple Luxury Hadirkan...
Apple Luxury Hadirkan iPhone 17 Pertama di Indonesia, Ini Teknologi yang Disematkan
HONOR 400 Series Resmi...
HONOR 400 Series Resmi Meluncur di Indonesia: Ubah Foto Jadi Video dengan AI, Siap Bikin Konten Kamu Makin Standout!
Brand Lokal untuk Pengguna...
Brand Lokal untuk Pengguna iPhone, Apply Hadirkan Aksesori Bergaransi 3 Tahun
Ekspresi Cinta Ramadan...
Ekspresi Cinta Ramadan dengan HUAWEI Mate X6, Hadiah Premium Penuh Makna
HONOR Luncurkan Rangkaian...
HONOR Luncurkan Rangkaian Produk Baru, Penjualan Eksklusif di Shopee!
Blibli Gelar Pameran...
Blibli Gelar Pameran Teknologi di GI, Tawarkan Kemudahan Tukar Tambah Gadget
PP TUNAS Berlaku! 5...
PP TUNAS Berlaku! 5 Cara Ampuh Atasi Kecanduan Gadget pada Anak
Anak Tantrum karena...
Anak Tantrum karena Sosmed Dibatasi? Ini Tips Mengatasinya
Rekomendasi
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Bukan Sekadar Healing,...
Bukan Sekadar Healing, Ini Tren Wisata Psikologis yang Sedang Berkembang di Indonesia
Berita Terkini
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Infografis
Ini Alasan Kenapa Pesawat...
Ini Alasan Kenapa Pesawat Mata-mata Blackbird SR-71 Dipensiunkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved