Cacing Alien Berkepala Pipih, Diberi Nama Unik untuk Kenang Korban COVID-19
Kamis, 10 Februari 2022 - 19:13 WIB
loading...
A
A
A
Makhluk kecil ini bukan satu-satunya spesies cacing pipih martil yang ditemukan. Para ilmuwan juga menemukan satu spesies di pulau Prancis bernama Mayotte, menghasilkan nama spesies Diversibipalium mayottensis.
![Cacing Alien Berkepala Pipih, Diberi Nama Unik untuk Kenang Korban COVID-19]()
Spesies ini juga memiliki panjang sekitar 3 cm, dan memiliki bintik biru-hijau yang cantik (yang oleh para peneliti disebut "gelap pirus gelap" di atas dasar berwarna cokelat. "Humbertium covidum kemungkinan merupakan spesies yang berasal dari Asia dan merupakan spesies asing di Eropa," tulis tim peneliti.
Baca juga; Demi Kakak-kakak Papua, Menteri Erick Rela Kunyah Cacing Tambelo
Ini bukan satu-satunya cacing pipih yang berhasil bermigrasi ke negara lain. Spesies lain seperti Obama nungara di Eropa (berasal dari Argentina), Platydemus manokwari di AS (dari New Guinea) dan Bipalium kewense di Prancis (dari Asia Tenggara) semuanya menumpang melalui perdagangan tanaman dari satu tempat ke tempat lain.
Menariknya, selain dari tiga kebun (dua di Prancis dan satu di Italia) Humbertium covidum ditemukan antara tahun 2013 dan 2019, ada sedikit kasus yang ditemukan di tempat lain. Sayangnya, para peneliti tidak bisa mendapatkan spesimen Diversibipalium mayottensis yang cukup untuk menggambarkan spesies tersebut secara lengkap.

Spesies ini juga memiliki panjang sekitar 3 cm, dan memiliki bintik biru-hijau yang cantik (yang oleh para peneliti disebut "gelap pirus gelap" di atas dasar berwarna cokelat. "Humbertium covidum kemungkinan merupakan spesies yang berasal dari Asia dan merupakan spesies asing di Eropa," tulis tim peneliti.
Baca juga; Demi Kakak-kakak Papua, Menteri Erick Rela Kunyah Cacing Tambelo
Ini bukan satu-satunya cacing pipih yang berhasil bermigrasi ke negara lain. Spesies lain seperti Obama nungara di Eropa (berasal dari Argentina), Platydemus manokwari di AS (dari New Guinea) dan Bipalium kewense di Prancis (dari Asia Tenggara) semuanya menumpang melalui perdagangan tanaman dari satu tempat ke tempat lain.
Menariknya, selain dari tiga kebun (dua di Prancis dan satu di Italia) Humbertium covidum ditemukan antara tahun 2013 dan 2019, ada sedikit kasus yang ditemukan di tempat lain. Sayangnya, para peneliti tidak bisa mendapatkan spesimen Diversibipalium mayottensis yang cukup untuk menggambarkan spesies tersebut secara lengkap.
(wib)
Lihat Juga :