Jerman Akan Kembangbiakkan Babi untuk Transplantasi Organ ke Manusia
Jum'at, 04 Februari 2022 - 18:01 WIB
loading...
Ilmuwan Jerman berencana untuk mengkloning dan kemudian membiakkan babi yang dimodifikasi secara genetik tahun ini untuk dijadikan sebagai donor jantung bagi manusia. Foto/Reuters
A
A
A
MUNICH - Ilmuwan Jerman berencana untuk mengkloning dan kemudian membiakkan babi yang dimodifikasi secara genetik tahun ini untuk dijadikan sebagai donor jantung bagi manusia. Rencana ini berawal dari keberhasilan babi rekayasa AS yang organnya berhasil ditransplantasikan ke manusia.
Seorang ilmuwan di Universitas Ludwig-Maximilians (LMU) di Munich, Eckhard Wolf mengatakan timnya bertujuan untuk memiliki spesies hewan baru yang dimodifikasi dari peternakan di Pulau Auckland. "Hewan ini akan siap untuk percobaan transplantasi pada tahun 2025," ujarnya seperti dikutip Reuters, Jumat (4/2/2022).
Dalam operasi pertama, sebuah tim di University of Maryland Medicine bulan lalu sukses mentransplantasikan jantung dari seekor babi dengan sepuluh modifikasi ke seorang pria yang sakit parah.
BACA: FDA Setujui Babi Hasil Rekayasa Genetik untuk Makanan dan Transplantasi
Dokternya mengatakan dia merespons dengan baik meskipun risiko infeksi, penolakan organ atau tekanan darah tinggi tetap ada. "Konsep kami adalah untuk melanjutkan dengan model yang lebih sederhana, yaitu dengan lima modifikasi genetik," kata Wolf.
Seorang ilmuwan di Universitas Ludwig-Maximilians (LMU) di Munich, Eckhard Wolf mengatakan timnya bertujuan untuk memiliki spesies hewan baru yang dimodifikasi dari peternakan di Pulau Auckland. "Hewan ini akan siap untuk percobaan transplantasi pada tahun 2025," ujarnya seperti dikutip Reuters, Jumat (4/2/2022).
Dalam operasi pertama, sebuah tim di University of Maryland Medicine bulan lalu sukses mentransplantasikan jantung dari seekor babi dengan sepuluh modifikasi ke seorang pria yang sakit parah.
BACA: FDA Setujui Babi Hasil Rekayasa Genetik untuk Makanan dan Transplantasi
Dokternya mengatakan dia merespons dengan baik meskipun risiko infeksi, penolakan organ atau tekanan darah tinggi tetap ada. "Konsep kami adalah untuk melanjutkan dengan model yang lebih sederhana, yaitu dengan lima modifikasi genetik," kata Wolf.
Lihat Juga :