Terapkan 7 Kebiasaan ini untuk Proteksi Penggunaan Gadget pada Anak

Senin, 31 Januari 2022 - 12:30 WIB
loading...
Terapkan 7 Kebiasaan...
Hal ini yang harus dilakukan untuk kontrol anak bermain HP. FOTO/ DOK SINDOnews
A A A
JAKARTA - Di era digital seperti saat ini, anak-anak memang tak dapat sepenuhnya dijauhkan dari perangkat gadget atau internet.

Setiap keputusan soal penggunaan gadget memang dikembalikan kepada masing-masing orang tua. Namun ada pentingnya mencatat hal-hal ini untuk anak di era digital agar tak terus-menerus dibombardir oleh arus informasi.

BACA JUGA - PBB: 2.000 Anak yang Direkrut Houthi Yaman Tewas di Medan Perang

Berikut Kaspersky dalam keterangan tertulisnya, Senin (31/1) membagikan tujuh kebiasaan yang akan membantu anak beradaptasi dengan gadget dan internet.

1. Jadwalkan waktu tanpa perangkat

Ketika anak-anak menghabiskan banyak waktu menggunakan teknologi, mereka dapat memiliki rasa kecanduan. Menurut peneliti dari American Academy of Child & Adolescent Psychiatry, kecanduan ini dapat menyebabkan masalah tidur, perubahan suasana hati, penambahan berat badan, citra diri
yang buruk, dan masalah citra tubuh.

Para ahli menyarankan untuk memperkenalkan anak-anak ke dunia online dengan secara bertahap meningkatkan waktu layar mereka dan menghapus batasan.

Beberapa tips ini berlaku untuk anak-anak dari segala usia, yang paling sederhana dan paling efektif termasuk tidak menggunakan perangkat yang dekat dengan waktu tidur dan matikan perangkat saat malam.

Anda juga harus menyepakati waktu lain ketika anak-anak tidak diperbolehkan menggunakan gadget mereka, seperti saat makan bersama keluarga.

2. Simpan charger

Meskipun teknologi maju, perangkat saat ini masih cenderung kehabisan daya dengan cepat. Biasanya anak-anak cenderung terlalu sering menggunakan perangkat mereka di siang hari sehingga pada saat malam, baterai ponsel mungkin sudah habis.

3. Perhatikan keamanan informasi dan lainnya

Ketika anak-anak menjelajah dunia maya, mereka rentan terhadap sejumlah bahaya, baik di internet maupun di dunia nyata.

Mulailah dengan menekankan bahwa mereka tidak boleh menatap ponsel saat menyeberang jalan atau berjalan naik atau turun tangga.

Selanjutnya adalah keamanan online termasuk ancaman Internet seperti penipuan, pencurian data pribadi, virus, dan masih banyak lagi. Beri tahu anak-anak Anda untuk tidak mengunjungi situs web yang mencurigakan, memasukkan kata sandi atau informasi pribadi apa pun di sana, membuka tautan yang mencurigakan, atau mengunduh aplikasi dari mana pun kecuali dari toko aplikasi resmi.

Tekankan pada anak, mereka tidak boleh membagikan dokumen pribadi, informasi kartu kredit, atau foto yang dapat menempatkan mereka atau teman mereka dalam keadaan yang membahayakan.

4. Batasi notifikasi berlebihan

Jangankan anak-anak, orang dewasa pun terkadang kesulitan melawan godaan untuk memeriksa pesan atau notifikasi yang masuk ke ponsel. Jadi bisa dibayangkan betapa sulitnya hal tersebut bagi anak-anak.

Batasi notifikasi di ponsel anak-anak Anda sehingga mereka tidak teralihkan dari tugas sekolah atau tugas lainnya — dan agar mereka dapat menyelesaikan pekerjaan rumah lebih cepat.

5. Jelaskan bagaimana harus berperilaku di internet

Sama seperti di dunia nyata, aturan tidak tertulis mengatur perilaku Internet. Orang biasanya menguasainya hanya dengan berkomunikasi secara online, tetapi anak-anak membutuhkan bantuan
untuk menghindari situasi yang membingungkan.

Sebagai orang tua, Anda perlu mendiskusikan beberapa hal yang mungkin mereka hadapi secara online. Misalnya, diskusikan perbedaan antara berkomunikasi melalui email, di jejaring sosial, dan di aplikasi perpesanan.

Penting juga untuk menjelaskan perilaku yang dapat diterima. Satu aturan praktis adalah bertanya sebelum memposting — setiap kali — apakah saya dapat mengatakan ini secara langsung? Menulis penghinaan dan merendahkan orang secara online adalah tindakan lebih dari kasar, itu bisa menjadi konsekuensial.

6. Menata dan mengelola informasi dengan baik

Anak- anak harus belajar mengelola informasi sejak usia dini. Terlebih lagi, mereka harus membiasakan membuat salinan cadangan informasi yang paling
penting.

Maksimalkan drive eksternal — flash drive atau hard drive — atau penyimpanan cloud.

Bicara soal cloud, ini adalah topik penting yang layak didiskusikan secara terpisah. Cloud adalah sumber daya yang hebat, tetapi anak-anak harus berhati-hati dengannya. Terutama, mereka perlu berhati-hati untuk tidak mengizinkan sembarang orang mengakses file penting.

7. Jadwalkan detoks digital reguler

Dengan teknologi digital yang hadir ke hampir setiap aspek kehidupan anak-anak, bukan tidak mungkin mereka akan mendapat informasi yang berlebihan.

Itu berarti anak-anak harus dapat menjauh dan menjadikan Internet sebagai bagian yang bukan prioritas dari kehidupan mereka.

Pertama dan terpenting, batasi penggunaan jejaring sosial, mereka cenderung menghabiskan waktu dan energi terbesar pada platform tersebut.

Cara yang lebih efekti f, meskipun juga lebih rumit, untuk memerangi kelebihan informasi adalah detoks digital. Simpan perangkat dan tidak menggunakannya dalam jangka waktu
tertentu.

Untuk hasil terbaik, lakukan ini secara rutin. Anda dapat menggabungkan detoks dengan wisata alam, olahraga, atau aktivitas bersama teman dengan tidak ada perangkat yang diizinkan.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anak-anak di Prancis...
Anak-anak di Prancis Kecanduan Sosmed, Presiden Macron Ambil Langkah Ini
Batasi Anak-anak Bermain...
Batasi Anak-anak Bermain Sosmed, Indonesia Panggil Google dan Meta
Pakar Privasi Data:...
Pakar Privasi Data: Kasus Kecanduan TikTok Harus Dibawa ke Persidangan
Riset: Bermain Video...
Riset: Bermain Video Game Punya Pengaruh Tak Terduga pada IQ Anak-Anak
New York Akan Wajibkan...
New York Akan Wajibkan Peringatan Kesehatan Mental untuk Semua Platform Sosmed
Kota Ini Izinkan Warganya...
Kota Ini Izinkan Warganya Gunakan HP hanya 2 Jam dalam Sehari
Meutya Hafid: Larangan...
Meutya Hafid: Larangan Bawa Gawai ke Sekolah Dukung Implementasi PP Tunas
Tips Mengatasi Doomscrolling,...
Tips Mengatasi Doomscrolling, Kebiasaan Scroll Berita Buruk yang Rusak Kesehatan Mental
PP TUNAS Berlaku! 5...
PP TUNAS Berlaku! 5 Cara Ampuh Atasi Kecanduan Gadget pada Anak
Rekomendasi
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
Berita Terkini
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Infografis
Gejala HMPV pada Anak,...
Gejala HMPV pada Anak, Penyakit yang Mewabah di China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved