Misteri Danau Tersembunyi di Mars Terungkap, Ternyata Isinya Bukan Air

Rabu, 26 Januari 2022 - 08:46 WIB
loading...
Misteri Danau Tersembunyi...
Danau yang ditemukan di Mars pada tahun 2018 yang diperkirakan memiliki banyak air. Foto/dok
A A A
JAKARTA - Tahun lalu, sebuah makalah mengungkapkan temuan danau di kutub selatan Mars yang diperkirakan memiliki banyak air. Kini sebuah studi terbaru mengungkapkan kalau sinyal radar yang ditafsirkan sebagai air kemungkinan merupakan batu vulkanik.

Dalam makalahnya, para ilmuwan mengungkapkan kalau mereka kembali meneliti permukaan di Mars yang sebelumnya disebut tertutup oleh lapisan es.

"Kami menemukan bahwa beberapa medan terkait vulkanik menghasilkan analog sinyal basal yang sangat kuat dengan apa yang diamati di kutub Selatan Mars," tulis makalah tersebut yang dikutip Science Alert, Rabu (26/1/2022).

BACA: Peneliti Temukan Danau Air Asin di Mars

Saat pencarian air menggunakan deteksi reservoir 2018 lalu, sinyal radar mengungkapkan keberadaan danau air yang sangat reflektif pada posisi 1,4 kilometer di bawah es. "Ini konsisten dengan kolam air bawah tanah," kata para peneliti.

Pencarian selanjutnya menemukan patch reflektif yang lebih mengkilap, menunjukkan seluruh jaringan danau bawah tanah. Di Bumi, air bawah tanah adalah tempat di mana ada kehidupan mikroba yang bergantung pada reaksi kimia, bukan sinar matahari, untuk bertahan hidup.

Jika ada kehidupan di Mars, mungkin akan menemukan lingkungan serupa. Tapi faktanya Mars terlalu dingin untuk reservoir cair seperti itu.

Ilmuwan planet, Cyril Grima dari Institut Geofisika Texas mengatakan, agar air dapat dipertahankan sedekat ini dengan permukaan, dibutuhkan lingkungan yang sangat asin dan sumber panas yang kuat. "Itu tidak sesuai dengan apa yang kita ketahui tentang Mars ini," katanya.

BACA JUGA: Ini Bocoran Fitur Baru WhatsApp yang Akan Diluncurkan di 2022

Makalah berikutnya yang memeriksa data menemukan bahwa tanah liat beku dapat menghasilkan reflektifitas yang serupa dengan sinyal yang dideteksi oleh instrumen Mars Advanced Radar for Subsurface and Ionosphere Sounding (MARSIS).

Grima dan rekan-rekannya mengambil pendekatan yang berbeda. Mereka meletakkan lapisan es virtual di seluruh bola radar Mars, yang terdiri dari data yang dikumpulkan MARSIS selama tiga tahun, menunjukkan seperti apa planet merah itu dengan 1,4 kilometer air beku.

Kemudian, mereka mencari tambalan reflektif yang mirip dengan yang ditafsirkan sebagai air dan menemukannya, tersebar di semua garis lintang.

Para peneliti kemudian memetakan tambalan ini terhadap geologi Mars yang diketahui. Bercak-bercak itu sangat serasi dengan medan vulkanik. Diketahui kalau Mars memiliki batuan vulkanik yang berlimpah dan juga besi.

BACA JUGA: Fantastis, Harga Merek Vespa Ditaksir Mencapai Rp14,3 Triliun

"Saya pikir temuan ini merobohkan gagasan mungkin ada air cair di bawah kutub selatan planet Mars," kata ilmuwan planet Ian Smith dari York University di Kanada, yang memimpin penelitian tanah liat beku.

Namun temuan baru ini bisa menambah pengetahuan untuk menguji hipotesis tentang pengeringan lebih luas dari iklim Mars selama miliaran tahun.

Grima dan Smith kini akan melakukan penelitian bersama untuk menggunakan penginderaan jauh berbasis radar untuk mencoba dan menemukan air di Mars.

"Ilmu pengetahuan tidak mudah pada percobaan pertama. Kami akan terus melihat permukaan Mars dengan instrumen radar yang bisa dilihat dari bumi," katanya.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Batuan...
NASA Temukan Batuan Aneh Berbentuk Sisik Naga di Mars
Elon Musk Siap Bangun...
Elon Musk Siap Bangun Kota di Bulan dan Mars
Ilmuwan Klaim Planet...
Ilmuwan Klaim Planet Mars Dahulu Berwarna Biru Sebelum Jadi Merah
Diterjang Badai Debu,...
Diterjang Badai Debu, Astronot Deteksi Petir di Mars
Celestis Tawarkan Pemakaman...
Celestis Tawarkan Pemakaman di Mars pada Tahun 2030
Ilmuwan Klaim Temukan...
Ilmuwan Klaim Temukan Bukti Baru Kehidupan di Mars
Batu Mars Terbesar di...
Batu Mars Terbesar di Dunia Terjual Seharga Rp88 Miliar di Pelelangan
Meteorit Mars Dijual...
Meteorit Mars Dijual Rp69,88 Miliar, Pemerintah Niger Marah
Batu Ini Terjual Rp86,5...
Batu Ini Terjual Rp86,5 Miliar karena Asalnya dari Mars
Rekomendasi
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Penampakan Bupati Muara...
Penampakan Bupati Muara Enim Edison Pakai Rompi Oranye usai Ditetapkan Tersangka
DPD KAI Jawa Barat Torehkan...
DPD KAI Jawa Barat Torehkan Prestasi Nasional di Rakernas KAI 2026
Berita Terkini
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Mantap! Telkom Bagikan...
Mantap! Telkom Bagikan Dividen Saham Rp21,9 Triliun dari Hasil Buku 2025
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
Infografis
Ini Penjelasan Warna...
Ini Penjelasan Warna Singa Putih Ternyata Bukan Albino
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved