Misteri Mumi Wanita Hamil, Janin yang Dikandung Tetap Awet Setelah 2.000 Tahun
Rabu, 12 Januari 2022 - 09:14 WIB
loading...
A
A
A
Antropolog, arkeolog dan co-director dari Proyek Mummy Warsawa Marzena Ozarek-Szilke mengatakan, saat pembalsaman mumi wanita misterius ini, jenazahnya ditutupi dengan natron, campuran alami dari natrium karbonat decahydrate, untuk mengeringkan tubuh.
Selama proses ini, janin masih berada di dalam rahim yang kondisinya asam, seperti acar timun dalam cuka. Asam format dan senyawa lain yang terbentuk setelah kematian di dalam rahim karena pembusukan mengubah Ph di dalam tubuh wanita. (Baca juga; Misteri Belati Hitam Firaun, Tak Berkarat Setelah 3.300 Tahun Dikubur Bersama Raja Tutankhamun )
Perubahan dari lingkungan basa menjadi asam menyebabkan mineral terlepas dari tulang janin. Ini menjadi jawaban selama proses pemindaian para ilmuwan tidak menemukan tulang dalam mumi janin itu. “Kami menemukan bentuk tangan atau kaki, tetapi ini bukan tulang, tetapi jaringan kering, ”kata Ozarek-Szilke dikutip SINDOnews dari laman thefirstnews, Rabu (12/1/2022).
Namun, para ilmuwan masih belum menemukan alasanya mengapa janin tetap dalam kandungan wanita misterius selama proses mumifikasi. Padahal organ dalam wanita misterius itu dikeluarkan. O?arek-Szilke menduga bahwa janin tetap berada dalam perut karena kesulitan dalam menarik keluar karena rahim sangat keras selama periode kehamilan ini
“Sulit untuk menarik kesimpulan. Atau mungkin ini dilakukan terkait dengan keyakinan tentang kelahiran kembali di akhirat. Kami belum punya pembanding, karena ini adalah satu-satunya mumi hamil Mesir yang diakui,” tambahnya. (Baca juga; Cara Mengawetkan Mumi Firaun dan Jenis Balsem yang Digunakan )
![Misteri Mumi Wanita Hamil, Janin yang Dikandung Tetap Awet Setelah 2.000 Tahun]()
Pemeriksaan menggunakan pencitraan tomografi mengungkapkan mumi wanita itu berusia antara 20-30 tahun dan ketika meninggal usia kehamilannya memasuki minggu ke-26 hingga 30. Foto/thefirstnews/warsaw mummy project
Selama proses ini, janin masih berada di dalam rahim yang kondisinya asam, seperti acar timun dalam cuka. Asam format dan senyawa lain yang terbentuk setelah kematian di dalam rahim karena pembusukan mengubah Ph di dalam tubuh wanita. (Baca juga; Misteri Belati Hitam Firaun, Tak Berkarat Setelah 3.300 Tahun Dikubur Bersama Raja Tutankhamun )
Perubahan dari lingkungan basa menjadi asam menyebabkan mineral terlepas dari tulang janin. Ini menjadi jawaban selama proses pemindaian para ilmuwan tidak menemukan tulang dalam mumi janin itu. “Kami menemukan bentuk tangan atau kaki, tetapi ini bukan tulang, tetapi jaringan kering, ”kata Ozarek-Szilke dikutip SINDOnews dari laman thefirstnews, Rabu (12/1/2022).
Namun, para ilmuwan masih belum menemukan alasanya mengapa janin tetap dalam kandungan wanita misterius selama proses mumifikasi. Padahal organ dalam wanita misterius itu dikeluarkan. O?arek-Szilke menduga bahwa janin tetap berada dalam perut karena kesulitan dalam menarik keluar karena rahim sangat keras selama periode kehamilan ini
“Sulit untuk menarik kesimpulan. Atau mungkin ini dilakukan terkait dengan keyakinan tentang kelahiran kembali di akhirat. Kami belum punya pembanding, karena ini adalah satu-satunya mumi hamil Mesir yang diakui,” tambahnya. (Baca juga; Cara Mengawetkan Mumi Firaun dan Jenis Balsem yang Digunakan )

Pemeriksaan menggunakan pencitraan tomografi mengungkapkan mumi wanita itu berusia antara 20-30 tahun dan ketika meninggal usia kehamilannya memasuki minggu ke-26 hingga 30. Foto/thefirstnews/warsaw mummy project
Lihat Juga :