8 Prediksi Kiamat dari Pandangan Ilmu Pengetahuan
Senin, 20 Desember 2021 - 14:07 WIB
loading...
A
A
A
Sebab, manusia menggunakan bahan bakar fosil, menebangi hutan, dan secara fisik mengubah dunia tempat semua makhluk hidup. Secara dramatis meningkatkan jumlah karbon dioksida yang dilepaskan ke atmosfer bumi dan akhirnya membuat Bumi menjadi panas.
Tentu saja, tidak semua orang setuju: Banyak yang berpikir pertumbuhan penduduk akan stabil dalam 50 tahun ke depan, dan bahwa umat manusia akan berinovasi untuk keluar dari konsekuensi negatif kepadatan penduduk yang memang terjadi. (Baca juga; Tertinggi di Indonesia, Ini Jumlah Penduduk Jawa Barat Hasil Sensus 2020 )
8. Efek Bola Salju
![8 Prediksi Kiamat dari Pandangan Ilmu Pengetahuan]()
Sebagian besar ilmuwan berpikir efek bola salju lebih mungkin terjadi. Misalnya, pemanasan global dapat meningkatkan prevalensi patogen sekaligus menyebabkan perubahan iklim yang meluas. Padahal rusaknya ekosistem dapat membuat produksi makanan menjadi menurun.
Jadi, alih-alih bencana epik, beberapa faktor yang relatif kecil akan sedikit memperburuk kehidupan di Bumi sampai secara bertahap terdegradasi. Efeknya berlangsung secara berlahan, namun menimbulkan kerusakan yang besar. (Baca juga; BMKG Pastikan Suhu Panas Jakarta Melebihi Laju Pemanasan Global )
Tentu saja, tidak semua orang setuju: Banyak yang berpikir pertumbuhan penduduk akan stabil dalam 50 tahun ke depan, dan bahwa umat manusia akan berinovasi untuk keluar dari konsekuensi negatif kepadatan penduduk yang memang terjadi. (Baca juga; Tertinggi di Indonesia, Ini Jumlah Penduduk Jawa Barat Hasil Sensus 2020 )
8. Efek Bola Salju

Sebagian besar ilmuwan berpikir efek bola salju lebih mungkin terjadi. Misalnya, pemanasan global dapat meningkatkan prevalensi patogen sekaligus menyebabkan perubahan iklim yang meluas. Padahal rusaknya ekosistem dapat membuat produksi makanan menjadi menurun.
Jadi, alih-alih bencana epik, beberapa faktor yang relatif kecil akan sedikit memperburuk kehidupan di Bumi sampai secara bertahap terdegradasi. Efeknya berlangsung secara berlahan, namun menimbulkan kerusakan yang besar. (Baca juga; BMKG Pastikan Suhu Panas Jakarta Melebihi Laju Pemanasan Global )
(wib)
Lihat Juga :