Masuk ke Indonesia, Ahli Pastikan Omicron Tak Bisa Dideteksi PCR
Kamis, 16 Desember 2021 - 11:59 WIB
loading...
Omicron masuk Indonesia. Peneliti di Australia pastikan Omicron tak bisa dideteksi PCR. FOTO/ IST
A
A
A
SIDNEY - Merebak varian baru Covid-19 Omicron di seluruh dunia, termasuk di Indonesia membuat Badan Kesehatan Dunia (WHO) meminta dunia untuk waspada. Varian ini sangat menakutkan pasalnya alat PCR tak mampu mendeteksinya
Bahkan pejabat kesehatan Australia mengatakan studi awal telah menemukan bahwa varian ini lebih menular. Para peneliti mengungkapkan bahwa varian dari garis keturunan Omicron ini tidak memiliki perubahan genetik khusus yang menyebabkannya “lolos” dari deteksi PCR sehingga lebih sulit untuk dilacak.
Menurut laporan The Guardian, Queensland, Australia adalah yang pertama mengumumkan penemuan versi lain varian keturunan Omicron.
Menteri Kesehatan Queensland Yvette D’Ath mengatakan kepada media bahwa badan kesehatan telah menemukan subtipe baru virus dalam kasus kedatangan dari Afrika selatan.
Ahli mikrobiologi Universitas Nasional Australia (Australian National University) Peter Collignon mengatakan kepada media bahwa dua garis keturunan varian Omicron memiliki gen yang berbeda, sehingga terlihat seperti varian baru pada pandangan pertama, tetapi sebenarnya itu milik variasi Subtipe Omicron.
Dia percaya varian subtipe strain ini mungkin telah menyebar ke bagian lain dunia.
BACA JUGA - Kronologi Penemuan Omicron Pertama di Indonesia
Bahkan pejabat kesehatan Australia mengatakan studi awal telah menemukan bahwa varian ini lebih menular. Para peneliti mengungkapkan bahwa varian dari garis keturunan Omicron ini tidak memiliki perubahan genetik khusus yang menyebabkannya “lolos” dari deteksi PCR sehingga lebih sulit untuk dilacak.
Menurut laporan The Guardian, Queensland, Australia adalah yang pertama mengumumkan penemuan versi lain varian keturunan Omicron.
Menteri Kesehatan Queensland Yvette D’Ath mengatakan kepada media bahwa badan kesehatan telah menemukan subtipe baru virus dalam kasus kedatangan dari Afrika selatan.
Ahli mikrobiologi Universitas Nasional Australia (Australian National University) Peter Collignon mengatakan kepada media bahwa dua garis keturunan varian Omicron memiliki gen yang berbeda, sehingga terlihat seperti varian baru pada pandangan pertama, tetapi sebenarnya itu milik variasi Subtipe Omicron.
Dia percaya varian subtipe strain ini mungkin telah menyebar ke bagian lain dunia.
BACA JUGA - Kronologi Penemuan Omicron Pertama di Indonesia
Lihat Juga :