Warganet Diimbau Pakai Bahasa Positif di Dunia Digital
Rabu, 20 Oktober 2021 - 10:43 WIB
loading...
A
A
A
“Begitu penggunaan bahasa Indonesia secara positif dalam berbagai kanal komunikasi menjadi unsur penting dalam menyampaikan informasi serta memberikan pemahaman ke publik,” kata Usman.
“Kita harus sering menyelenggarakan forum diskusi bertema berbahasa positif dalam konten kreatif, sebagai salah satu upaya mendorong penggunaan bahasa Indonesia pada konten-konten kreatif sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa persatuan Indonesia yang terus bertumbuh mengikuti dinamika perkembangan zaman,” tambahnya.
Sementara, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, E. Aminudin Azis menerangkan masyarakat Indonesia pada umumnya bercirikan sebagai masyarakat oral, ditandai dengan, antara lain, banyaknya dongeng-dongeng yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Budaya masyarakat Indonesia mengandalkan bahasa lisan untuk menceritakan sesuatu secara turun temurun. Bahasa lisan tidak memiliki jejak seperti bahasa tulisan sehingga sulit melacar sumber utamanya.
“Bahasa lisan itu mengandalkan ingatan, apa yang kita ingat dalam waktu lama. Nanti akan berbeda-beda (ceritanya) dari setiap orang karena kapasitas berpikir seseorang itu berbeda. Bahasa lisan itu mengandalkan ingatan. Sedangkan bahasa tulisan potensi untuk tersimpan secara aman, makanya kalau perpustakaan-perpustakaan besar ada dokumen yang sudah 1.000 tahun gitu atau bahkan lebih tetap tersimpan rapi,” ujarnya.
“Kita harus sering menyelenggarakan forum diskusi bertema berbahasa positif dalam konten kreatif, sebagai salah satu upaya mendorong penggunaan bahasa Indonesia pada konten-konten kreatif sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa persatuan Indonesia yang terus bertumbuh mengikuti dinamika perkembangan zaman,” tambahnya.
Sementara, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, E. Aminudin Azis menerangkan masyarakat Indonesia pada umumnya bercirikan sebagai masyarakat oral, ditandai dengan, antara lain, banyaknya dongeng-dongeng yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Budaya masyarakat Indonesia mengandalkan bahasa lisan untuk menceritakan sesuatu secara turun temurun. Bahasa lisan tidak memiliki jejak seperti bahasa tulisan sehingga sulit melacar sumber utamanya.
“Bahasa lisan itu mengandalkan ingatan, apa yang kita ingat dalam waktu lama. Nanti akan berbeda-beda (ceritanya) dari setiap orang karena kapasitas berpikir seseorang itu berbeda. Bahasa lisan itu mengandalkan ingatan. Sedangkan bahasa tulisan potensi untuk tersimpan secara aman, makanya kalau perpustakaan-perpustakaan besar ada dokumen yang sudah 1.000 tahun gitu atau bahkan lebih tetap tersimpan rapi,” ujarnya.
Lihat Juga :