Pandemi, Layanan Modem Wi-Fi Telkomsel Orbit Justru Tumbuh 450%
Rabu, 29 September 2021 - 20:46 WIB
loading...
Telkomsel Orbit mengalami pertumbuhan pelanggan sebesar 450% sejak Januari hingga September 2021. Foto: dok Telkomsel
A
A
A
JAKARTA - Telkomsel Orbit tumbuh pesat sejak pertama kali diluncurkan pada 2 Juli 2020 silam. Orbit sendiri merupakan layanan internet berbasis modem wifi.
Head of Home LTE Project Telkomsel Arief Pradetya mengatakan, terhitung sejak Januari hingga September 2021, jumlah pelanggan Telkomsel Orbit tumbuh sebesar 450 persen.
BACA JUGA: Dibanderol Mulai Rp7 Jutaan, Ini Keunggulan Monitor Gaming LG UltraGear GP850
Arief menyebut Telkomsel Orbit mengalami peningkatan trafik layanan data sebesar 314 persen.
”Secara total, pengguna Orbit kini mencapai 250.000 pelanggan jaringan 4G LTE,” ujarnya saat konferensi pers virtual, Rabu (29/9).
Mayoritas pelanggan Telkomsel Orbit saat ini menggunakan layanan tersebut untuk komunikasi seperti WhatsApp atau Zoom, kemudian untuk media sosial, video streaming, e-commerce, dan untuk mengakses berita.
Telkomsel juga terus menambah varian produk, memperluas saluran penjualan, serta memberikan opsi pembayaran yang lebih mudah bagi segmen keluarga Indonesia. Hingga kini tingkat adopsi layanan tersebut baru menjangkau 15 persen segmen keluarga di Indonesia.
Head of Home LTE Project Telkomsel Arief Pradetya mengatakan, terhitung sejak Januari hingga September 2021, jumlah pelanggan Telkomsel Orbit tumbuh sebesar 450 persen.
BACA JUGA: Dibanderol Mulai Rp7 Jutaan, Ini Keunggulan Monitor Gaming LG UltraGear GP850
Arief menyebut Telkomsel Orbit mengalami peningkatan trafik layanan data sebesar 314 persen.
”Secara total, pengguna Orbit kini mencapai 250.000 pelanggan jaringan 4G LTE,” ujarnya saat konferensi pers virtual, Rabu (29/9).
Mayoritas pelanggan Telkomsel Orbit saat ini menggunakan layanan tersebut untuk komunikasi seperti WhatsApp atau Zoom, kemudian untuk media sosial, video streaming, e-commerce, dan untuk mengakses berita.
Telkomsel juga terus menambah varian produk, memperluas saluran penjualan, serta memberikan opsi pembayaran yang lebih mudah bagi segmen keluarga Indonesia. Hingga kini tingkat adopsi layanan tersebut baru menjangkau 15 persen segmen keluarga di Indonesia.
Lihat Juga :