Hasil Riset Climate Reality Barometer terhadap Perubahan Iklim

Senin, 20 September 2021 - 05:04 WIB
loading...
Hasil Riset Climate...
Penelitian ini menangkap pengalaman dan persepsi global tentang perubahan iklim dari 15.264 konsumen di seluruh Asia, Eropa, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. FOTO/ IST
A A A
LONDON - Menandai lima puluh hari sebelum dimulainya COP26 – UN Climate Change Conference di Inggris pada bulan November mendatang, Epson mengumumkan hasil penelitian dari Climate Reality Barometer.

Penelitian Epson menemukan kesenjangan yang berpotensi merusak antara realitas iklim dan pemahaman masyarakat tentang efek bencananya. Penelitian ini menangkap pengalaman dan persepsi global tentang perubahan iklim dari 15.264 konsumen di seluruh Asia, Eropa, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. BACA JUGA - Ratusan Burung Pipit Mati Mendadak di Balaikota Diuji Sampel, Diduga Akibat Iklim

Tujuan dari Epson Climate Reality Barometer ini untuk membantu diskusi di COP26 – UN Climate Change Conference, yaitu untuk meningkatkan kesadaran publik lebih besar lagi tentang dampak perubahan iklim yang dapat memengaruhi keputusan bisnis transformatif, dan memberi informasi lebih baik kepada pembuat kebijakan.

“Ketika keadaan darurat iklim terbentang di depan mata kita, sangat memprihatinkan bahwa begitu banyak orang gagal untuk mengenali, atau bahkan secara aktif menyangkal, keberadaannya. Ini adalah panggilan untuk membangunkan semua orang — pemerintah, bisnis, dan individu untuk bekerja bersama sehingga COP26 – UN Climate Change Conference membuat keputusan dan menginspirasi tindakan yang diperlukan untuk mengurangi perubahan iklim.” tutur Henning Ohlsson, Director of Sustainability, Epson Europa seperti tertulis di website resmi COP26 – UN Climate Change Conference.

Ketika ditanya tentang pandangan kepada para responden penelitian tentang kemampuan manusia untuk mencegah krisis iklim dalam hidup mereka, hampir separuh responden (46%) menyatakan bahwa mereka “sangat” atau “agak” optimis. Hal ini secara signifikan melebihi responden yang sangat atau agak pesimis yaitu hanya 27%.

Alasan paling populer yang mendukung optimisme ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat akan perubahan iklim (32%), kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memberikan solusi (28%) dan bergerak menuju energi terbarukan (19%). Secara global, 5% responden tidak percaya bahwa ada keadaan darurat iklim sama sekali — dengan AS (11%), Jerman (7%) dan Inggris (6%) berada di puncak daftar penyangkal iklim.

Seperti yang dilaporkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) bahwa beberapa perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia akan membutuhkan waktu ribuan tahun untuk kembali, dan mengingat serangkaian peristiwa global termasuk suhu terpanas di bulan juli yang pernah tercatat, kebakaran hutan di Eropa, Amerika Utara dan Asia, dan banjir di Cina, Kolombia, dan Jerman Barometer Realitas Iklim Epson menemukan peningkatan optimisme atas bukti-bukti tersebut dan pengurangan kerusakan iklim yang nyata.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stop Pemborosan! Cabut...
Stop Pemborosan! Cabut 3 Alat Ini Sekarang Sebelum Tagihan Listrik Anda Jebol
Jepang Hadapi Krisis...
Jepang Hadapi Krisis Demensia, Bisakah Teknologi Jadi Penyelamat?
WMO: Kawasan Arab Menghangat...
WMO: Kawasan Arab Menghangat Dua Kali Lebih Cepat dari Rata-Rata Global
Hewan Semakin Menderita...
Hewan Semakin Menderita seperti Manusia Akibat Degradasi Lingkungan
Miyako Umumkan Pemenang...
Miyako Umumkan Pemenang Hadiah Umrah, Berangkat Akhir November 2025
Epson Perkenalkan Solusi...
Epson Perkenalkan Solusi Cetak dan Pindai 2025, Dukung Transformasi Digital Perusahaan
Penjualan Elektronik...
Penjualan Elektronik Melemah di Tengah Kenaikan Harga
Aliansi Kebangsaan Serukan...
Aliansi Kebangsaan Serukan Indonesia Berdamai dengan Alam Hadapi Krisis Iklim
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
Rekomendasi
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
Berita Terkini
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
Perkuat Gerbang Digital...
Perkuat Gerbang Digital Indonesia, TelkomGroup, NDP, dan BW Digital Hadirkan Sistem Kabel Laut NCC
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
Bisa 15 Kali Hybrid...
Bisa 15 Kali Hybrid Zoom, Logitech Kenalkan Rally AI Camera
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved