Orang Ayta Magbukon Filipina Miliki DNA Manusia Purba Denisovan
Rabu, 18 Agustus 2021 - 08:41 WIB
loading...
A
A
A
“Kami melakukan pengamatan ini terlepas dari fakta bahwa orang Negrito Filipina baru-baru ini bercampur dengan kelompok-kelompok yang terkait dengan Asia Timur yang membawa sedikit keturunan Denisovan,” kata Dr Larena dikutip SCI News, Rabu (18/8/2021).
"Jika memperhitungkan dan menutupi nenek moyang yang berhubungan dengan Asia Timur di Negritos Filipina, nenek moyang Denisovan mereka bisa mencapai 46% lebih besar daripada orang Australia dan Papua,” katanya.
Selain Denisovan, penemuan Homo luzonensis di kepulauan tersebut menunjukkan bahwa ada beberapa spesies purba yang menghuni Filipina sebelum kedatangan manusia modern.
“Pencampuran tersebut menyebabkan tingkat variabel keturunan Denisovan dalam genom Negritos Filipina dan orang Papua,” kata Dr. Mattias Jakobsson, seorang peneliti di Departemen Biologi Organisme di Universitas Uppsala dan Institut Penelitian Palaeo di Universitas Johannesburg.
Di Kepulauan Asia Tenggara, Negrito Filipina kemudian bercampur dengan migran Asia Timur yang memiliki sedikit keturunan Denisovan, yang kemudian melemahkan DNA leluhur kuno mereka. Namun, kelompok Ayta Magbukon sedikit berbaur dengan pendatang baru sehingga mempertahankan DNA tertinggi Denisovan.
"Jika memperhitungkan dan menutupi nenek moyang yang berhubungan dengan Asia Timur di Negritos Filipina, nenek moyang Denisovan mereka bisa mencapai 46% lebih besar daripada orang Australia dan Papua,” katanya.
Selain Denisovan, penemuan Homo luzonensis di kepulauan tersebut menunjukkan bahwa ada beberapa spesies purba yang menghuni Filipina sebelum kedatangan manusia modern.
“Pencampuran tersebut menyebabkan tingkat variabel keturunan Denisovan dalam genom Negritos Filipina dan orang Papua,” kata Dr. Mattias Jakobsson, seorang peneliti di Departemen Biologi Organisme di Universitas Uppsala dan Institut Penelitian Palaeo di Universitas Johannesburg.
Di Kepulauan Asia Tenggara, Negrito Filipina kemudian bercampur dengan migran Asia Timur yang memiliki sedikit keturunan Denisovan, yang kemudian melemahkan DNA leluhur kuno mereka. Namun, kelompok Ayta Magbukon sedikit berbaur dengan pendatang baru sehingga mempertahankan DNA tertinggi Denisovan.
Lihat Juga :