Jualan Vaksin Covid-19 Jadi Pendapatan Terbesar Pfizer, Cuan Rp112 Triliun dalam 3 Bulan
Kamis, 29 Juli 2021 - 13:58 WIB
loading...
A
A
A
Pfizer mengatakan bahwa awal bulan ini mereka melihat tanda-tanda berkurangnya efektivitas vaksin Covid yang dibuat oleh perusahaan medis Jerman BioNTech.
Karena itu, sekarang mereka sedang berencana untuk meminta Food and Drug Administration (FDA) untuk menyetujui dosis booster. Mereka juga sedang mengembangkan dosis booster yang menarget secara khusus varian delta.
Seperti di ketahui Pemerintah Israel menyebut bahwa efektivitas Pfizer ternyata menurut setelah tiga bulan. Penurunannya cukup drastis, karena efektivitasnya jadi hanya dibawah 20 persen saja terhadap Covid-19. Karena itu perlu ada booster.
Meski demikian, Centers for Disease Control (CDC) di Amerika dan World Health Organization (WHO) tidak merekomendasikan adanya Covid Booster.
Direktur Imunisasi WHO Dr. Kate O’Brien menjelaskan bahwa pihaknya menegaskan bahwa pihaknya masih perlu melakukan riset apakah suntikan Covid booster ini diperlukan untuk meningkatkan kekebalan/proteksi terhadap Covid-19.
”Sampai saat ini kami belum memiliki informasi yang cukup untuk memberikan rekomendasi,” ungkapnya. ”Ini adalah topik yang sensitif. Karena ada banyak sekali riset yang saat ini sedang berjalan yang nantinya hasilnya bisa digunakan sebagai rekomendasi. Tapi, sekarang belum ada,” katanya.
Karena itu, sekarang mereka sedang berencana untuk meminta Food and Drug Administration (FDA) untuk menyetujui dosis booster. Mereka juga sedang mengembangkan dosis booster yang menarget secara khusus varian delta.
Seperti di ketahui Pemerintah Israel menyebut bahwa efektivitas Pfizer ternyata menurut setelah tiga bulan. Penurunannya cukup drastis, karena efektivitasnya jadi hanya dibawah 20 persen saja terhadap Covid-19. Karena itu perlu ada booster.
Meski demikian, Centers for Disease Control (CDC) di Amerika dan World Health Organization (WHO) tidak merekomendasikan adanya Covid Booster.
Direktur Imunisasi WHO Dr. Kate O’Brien menjelaskan bahwa pihaknya menegaskan bahwa pihaknya masih perlu melakukan riset apakah suntikan Covid booster ini diperlukan untuk meningkatkan kekebalan/proteksi terhadap Covid-19.
”Sampai saat ini kami belum memiliki informasi yang cukup untuk memberikan rekomendasi,” ungkapnya. ”Ini adalah topik yang sensitif. Karena ada banyak sekali riset yang saat ini sedang berjalan yang nantinya hasilnya bisa digunakan sebagai rekomendasi. Tapi, sekarang belum ada,” katanya.
Lihat Juga :