Begini Cara Telkomsel Cari Cuan dengan Berinvestasi di Startup
Sabtu, 24 Juli 2021 - 23:03 WIB
loading...
A
A
A
Karena itu, ditunjuklah CEO baru Marlin R. Siahaan, mantan penyiar radio yang karirnya justru meroket di bidang teknologi. Ia sebenarnya orang lama Telkomsel yang pernah bergabung di Yahoo dan Google. Jabatan besar terakhirnya adalah Country Manager Waze. Total pengalamannya 21 tahun di industri media, telekomunikasi dan teknologi digital.
Fokus Marlin dalam menentukan startup mana yang menarik dijajaki kerja sama oleh Telkomsel ada dua. Pertama synergy value. ”Bagaimana memanfaatkan keunggulan aset yang dimiliki Telkomsel,” ujarnya. Dan yang kedua adalah kolaborasi jangka panjang dengan para pelaku startup. ”Nilai ini yang membedakan TMI dengan pemodal ventura lainnya,” ujar Marlin.
Saat ini, fokus TMI sendiri dibatasi pada industri-industri yang berhubungan dengan produk dan layanan Telkomsel. Antara lain sektor perdagangan dan periklanan, media dan hiburan, connecting device dan hardware, data dan analisis, serta jaringan dan infrastruktur.
”Kami mengakselerasi pertumbuhan startup di sektor-sektor tersebut dengan memanfaatkan sumber daya Telkomsel,” ujarnya.
Dari sekiranya sembilan startup yang sudah mendapat investasi pre series dan series A/B melalui TMI, hampir seluruhnya merupakan startup lokal Indonesia yang memiliki potensi pengembangan bisnis digital yang menjanjikan di tiap sektornya.
Hingga saat ini TMI telah melakukan investasi sekira Rp580 miliar di sejumlah startup yang sedang berkembang pesat di Indonesia, antara lain seperti Kredivo, PrivyID, Qlue, Halodoc, Tanihub, Tada, SiCepat, dan Inspigo.
Fokus Marlin dalam menentukan startup mana yang menarik dijajaki kerja sama oleh Telkomsel ada dua. Pertama synergy value. ”Bagaimana memanfaatkan keunggulan aset yang dimiliki Telkomsel,” ujarnya. Dan yang kedua adalah kolaborasi jangka panjang dengan para pelaku startup. ”Nilai ini yang membedakan TMI dengan pemodal ventura lainnya,” ujar Marlin.
Saat ini, fokus TMI sendiri dibatasi pada industri-industri yang berhubungan dengan produk dan layanan Telkomsel. Antara lain sektor perdagangan dan periklanan, media dan hiburan, connecting device dan hardware, data dan analisis, serta jaringan dan infrastruktur.
”Kami mengakselerasi pertumbuhan startup di sektor-sektor tersebut dengan memanfaatkan sumber daya Telkomsel,” ujarnya.
Dari sekiranya sembilan startup yang sudah mendapat investasi pre series dan series A/B melalui TMI, hampir seluruhnya merupakan startup lokal Indonesia yang memiliki potensi pengembangan bisnis digital yang menjanjikan di tiap sektornya.
Hingga saat ini TMI telah melakukan investasi sekira Rp580 miliar di sejumlah startup yang sedang berkembang pesat di Indonesia, antara lain seperti Kredivo, PrivyID, Qlue, Halodoc, Tanihub, Tada, SiCepat, dan Inspigo.
Lihat Juga :