Kasus COVID-19 Melambung, Masyarakat Perlu Dukungan Isoman Aman
Rabu, 14 Juli 2021 - 11:17 WIB
loading...
A
A
A
Namun, kita tetap tidak boleh sembarangan melakukan isoman karena terdapat berbagai tata cara yang harus diikuti. Beberapa hal dasar yang harus diperhatikan dalam menjalani isoman yaitu, pasien harus tinggal di kamar terpisah, menyediakan ventilasi yang baik, serta pasien harus menggunakan masker medis walaupun di dalam rumah. Sedangkan, tata cara yang dapat dijadikan panduan isolasi mandiri meliputi, memeriksa suhu dan saturasi oksigen secara teratur selama tiga kali sehari (suhu normal 36,5 – 37,5 derajat Celcius dan saturasi normal 95% ke
atas), minum obat yang diresepkan dokter secara teratur, sering mencuci tangan dan menggunakan disinfektan mengandung 70% alkohol, serta meluangkan waktu 15 menit di bawah sinar matahari secara setiap harinya.
Pasien COVID-19 yang melakukan isoman pun perlu memikirkan biaya-biaya yang harus dikeluarkan selama masa isolasi. Pasien dapat melakukan telekonsultasi, pembelian obat secara online dan juga melakukan tes swab PCR dan antigen home visit. Menanggapi hal tersebut, sikap preventif perlu dilakukan oleh masyarakat, salah satunya adalah melindungi diri dan keluarga dengan asuransi. Asuransi dapat menjadi solusi peringan beban di kala isolasi mandiri.
Selama melakukan isoman, selain biaya untuk telekonsultasi dan obat tentunya pasien juga memerlukan
biaya untuk makanan bergizi, disinfektan, masker dan sebagainya.
Karin Zulkarnaen menambahkan, “Banyak keluarga yang khawatir akan tersedianya fasilitas kesehatan bagi pasien COVID-19 dengan meningkatnya jumlah kasus akhir-akhir ini. Untuk itu, Allianz Indonesia memperluas manfaat proteksi khusus selama bulan Juli dengan program ISOMAN AMAN sehingga nasabah tidak perlu cemas apabila harus menjalani isolasi mandiri di fasilitas bukan rumah sakit atau di rumah sendiri.”
Program ini akan menanggung biaya-biaya medis yang dibutuhkan dengan sistem reimbursemen kepada nasabah yang terdiagnosa COVID-19 dan memerlukan isolasi mandiri, mencakup biaya uji swab PCR sampai dinyatakan sembuh dengan maksimum biaya Rp900.000 untuk setiap tes yang dilakukan, konsultasi dokter, pemeriksaan diagnostik dan laboratorium hingga obat, vitamin dan suplemen yang dibutuhkan secara medis oleh pasien isolasi mandiri COVID-19.
atas), minum obat yang diresepkan dokter secara teratur, sering mencuci tangan dan menggunakan disinfektan mengandung 70% alkohol, serta meluangkan waktu 15 menit di bawah sinar matahari secara setiap harinya.
Pasien COVID-19 yang melakukan isoman pun perlu memikirkan biaya-biaya yang harus dikeluarkan selama masa isolasi. Pasien dapat melakukan telekonsultasi, pembelian obat secara online dan juga melakukan tes swab PCR dan antigen home visit. Menanggapi hal tersebut, sikap preventif perlu dilakukan oleh masyarakat, salah satunya adalah melindungi diri dan keluarga dengan asuransi. Asuransi dapat menjadi solusi peringan beban di kala isolasi mandiri.
Selama melakukan isoman, selain biaya untuk telekonsultasi dan obat tentunya pasien juga memerlukan
biaya untuk makanan bergizi, disinfektan, masker dan sebagainya.
Karin Zulkarnaen menambahkan, “Banyak keluarga yang khawatir akan tersedianya fasilitas kesehatan bagi pasien COVID-19 dengan meningkatnya jumlah kasus akhir-akhir ini. Untuk itu, Allianz Indonesia memperluas manfaat proteksi khusus selama bulan Juli dengan program ISOMAN AMAN sehingga nasabah tidak perlu cemas apabila harus menjalani isolasi mandiri di fasilitas bukan rumah sakit atau di rumah sendiri.”
Program ini akan menanggung biaya-biaya medis yang dibutuhkan dengan sistem reimbursemen kepada nasabah yang terdiagnosa COVID-19 dan memerlukan isolasi mandiri, mencakup biaya uji swab PCR sampai dinyatakan sembuh dengan maksimum biaya Rp900.000 untuk setiap tes yang dilakukan, konsultasi dokter, pemeriksaan diagnostik dan laboratorium hingga obat, vitamin dan suplemen yang dibutuhkan secara medis oleh pasien isolasi mandiri COVID-19.
Lihat Juga :