Sambut Hari Anak Nasional 23 Juli, Apakah Facebook Sudah Aman Bagi Anak-Anak?

Sabtu, 10 Juli 2021 - 15:05 WIB
loading...
Sambut Hari Anak Nasional...
Facebook menyerukan pentingnya menjaga keamanan anak di ranah online. Tapi, apakah Facebook sendiri aman untuk anak? Foto: dok BBC
A A A
JAKARTA - Media sosial bisa jadi platform berbahaya bagi anak-anak dibawah umur. Karena itu orang tua sangat hati-hati dalam memantau kegiatan putra-putri mereka di ponsel, khususnya di media sosial.

Pada 2018, lebih dari 100 ahli kesehatan anak di Inggris protes keras akan langkah Facebook merilis Messenger Kids. Messenger Kids adalah aplikasi chatting yang dirancang untuk anak dibawah 12 tahun. Dirilis pada 2017, hingga kini pengguna aktifnya sudah naik 3,5x lipat. BACA JUGA: Hati-Hati, Mengukur Saturasi Oksigen Lewat Aplikasi dan Kamera Ponsel Tidak Akurat

Para pakar kesehatan membuat surat terbuka ke bos Facebook Mark Zuckerberg, menyebut bahwa aplikasi Messenger Kids tidak bertanggung jawab. Kenapa? Karena seolah mendorong anak-anak dibawah umur untuk menggunakan Facebook.

Padahal, anak-anak dibawah 13 tahun disebut tidak siap untuk memiliki akun sosial media. Karena mereka dianggap belum cukup matang atau dewasa.

Tapi, Facebook membantahnya, menyebut bahwa Messenger Kids dirancang dengan “keamanan online” agar orang tua lebih bisa mengontrol anak mereka di media sosial.

Bertepatan dengan Hari Anak Nasional (HAN) pada 23 Juli 2021 mendatang, keamanan dan keselamatan anak di ranah online seharusnya memang menjadi perhatian besar.

Kepala Kebijakan Publik untuk Facebook di Indonesia Ruben Hattari mengklaim, menciptakan lingkungan aman untuk komunitas agar anak-anak dapat saling terhubung dan berbagi sangat penting bagi Facebook.

Ia mengklaim ada tiga upaya untuk menjaga keamanan anak di online. Yakni pencegahan, deteksi, serta pelaporan konten yang melanggar kebijakan.

”Di saat yang bersamaan berkoordinasi dengan para ahli dan otoritas yang berwenang untuk menjaga keamanan anak-anak,” ujar Ruben.

Ruben menambahkan bahwa komitmen untuk melindungi anak juga telah diatur oleh Facebook di dalam Standar Komunitas.

Facebook tidak mengizinkan konten yang membahayakan anak secara seksual. Jika ditemui adanya konten tersebut, Facebook akan melaporkannya ke National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC) sesuai hukum yang berlaku.

“Kami juga bekerja sama dengan berbagai ahli eksternal, termasuk Dewan Penasihat Keamanan Facebook, untuk membahas dan meningkatkan kebijakan dan penegakan hukum seputar masalah keamanan online, terutama yang berkaitan dengan anak-anak,” jelas Ruben.

Tentu saja, tetap menjadi pertanyaan apakah langkah Facebook ini sudah cukup bagi anak-anak untuk mengenal sosial media di usia yang masih sangat muda?

Problem lainnya, adalah bagaimana agar pengguna Facebook juga bisa memiliki pemahaman terkait perlindungan terhadap anak di media sosial.

Khusus ini, Ruben mengkalim bahwa Facebook sudah mengajak pengguna memahami perlindungan anak-anak dan kelompok muda di ranah online. Salah satunya dengan tidak menyebarkan gambar atau video yang dapat menyebabkan anak-anak sebagai korban.

”Di Halaman Facebook Indonesia, Facebook Juga akan menghadirkan serangkaian konten edukatif untuk dapat membangun kesadaran publik terhadap keamanan anak,” ujar Ruben.

BACA JUGA: Tes Jaringan 5G di POCO M3 Pro 5G, Ternyata Segini Hasilnya…

”Salah satunya yaitu konten yang dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan orang-orang mengenai apa yang bisa dilakukan dan proses pelaporannya ketika melihat konten kekerasan seksual daring terhadap anak, dalam bentuk foto maupun video,” pungkasnya.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengguna Facebook dan...
Pengguna Facebook dan Instagram Perlu Memperhatikan Hal Ini
WhatsApp Kembangkan...
WhatsApp Kembangkan Fitur Foto Sampul Mirip Facebook untuk iOS
Instagram hanya Akan...
Instagram hanya Akan Tampilkan Konten PG-13 untuk Pengguna Remaja
Mark Zuckerberg Gugat...
Mark Zuckerberg Gugat Facebook karena Akunnya DItangguhkan Meta
Meta Gunakan AI untuk...
Meta Gunakan AI untuk Deteksi Umur Pengguna di Bawah Umur
15 Cara Praktis Menghasilkan...
15 Cara Praktis Menghasilkan Uang dari Facebook
Ketum Peradi Profesional:...
Ketum Peradi Profesional: Berhenti Jadikan Algoritma sebagai Entitas yang Kebal Hukum
Dewi Perssik Polisikan...
Dewi Perssik Polisikan Akun Facebook Pencatut Nama, Terancam 10 Tahun Penjara
Seskab Teddy Dorong...
Seskab Teddy Dorong Orang Tua Batasi Akses Media Sosial bagi Anak
Rekomendasi
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
Gaza, Tempat Paling...
Gaza, Tempat Paling Berbahaya di Dunia bagi Anak-anak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved