Kelompok Milenial Ajak Anak Muda Melek Literasi Digital

Minggu, 04 Juli 2021 - 23:02 WIB
loading...
Kelompok Milenial Ajak...
Ilustrasi pengguna aplikasi mobile. FOTO/ IST
A A A
JAKARTA - Koordinator Penggerak Milenial Indonesia (PMI), M. Adhiya Muzakki mengajak seluruh anak muda Indonesia untuk melek digital di era disrupsi informasi.

Menurut Adhiya, tingkat literasi digital masyarakat Indonesia masih kurang dan sangat minim. Hal tersebut mengacu kepada data survei indeks literasi digital nasional yang dilakukan oleh Katadata Insight Center dan Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tahun 2020. Dalam survey itu, kata Adhiya menyebutkan bahwa literasi digital masyarakat Indonesia masih berada pada level sedang. BACA JUGA - Diburu seperti Oksigen, Harga Obat Avigan di Indonesia Sentuh Rp23 Jutaan?

“Kami menilai, hal yang paling urgen untuk didorong peningkatannya adalah kemampuan berpikir kritis tentang media dan data,” ujar Adhiya dalam webinar serial diskusi Bicara Serius (BIUS) seri empat yang digelar PMI bertajuk “Melek Digital Ala Milenial: Cerdas Bermedia Sosial Melalui Literasi Digital”, pada Selasa (29/6).

Minimnya tingkat digital literasi juga disampaikan oleh anggota Komisi I DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi. Dalam pemaparannya, Bobby menyebutkan bahwa indeks literasi digital belum mencapai skor baik (4.00), baru sedikit di atas sedang (3.00).

Oleh karena itu, Bobby menambahkan, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pemerintah bersiap meluncurkan program Literasi Digital Nasional (Siberkreasi) dengan mengusung tema ‘Indonesia Makin Cakap Digital 2021’.

“Tahun 2021 ini direncanakan akan diadakan 20 ribu program pelatihan berdasar modul dan kurikulum yang menyasar empat pilar literasi digital yaitu etika, keterampilan, digital budaya serta keamanan,” paparnya.

Senada dengan Bobby, Chairman and Founder Media Wave, Yose Rizal setuju dengan media sosial agar masuk ke dalam kurikulum pembelajaran. Alasannya adalah agar media sosial dan realita sejalan.

“Bagaimana mereka bisa tumbuh dengan baik jika di berikan hoax, mencaci maki presidennya. Bagaimana anak-anak kita bisa tumbuh dengan baik,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute, Gun Gun Heryanto memberikan tips langkah-langkah untuk melek literasi digital. Pertama, kata Gun Gun adalah mendaftar dan menganalisis isu-isu kontemporer melalui teknik CFR (Conclusion, Finding, Recommendation). Kedua, membuat peer group untuk sharing dan melakukan aksi literasi bersama. Ketiga, mempublikasikan narasi sehat dan kontra narasi dari hoax. Keempat, melakukan advokasi.

“PMI ini sebagai peer group, mempublikasikan narasi dan mengkontrol narasi, yang terlahir melakukan advokasi. Peran kita itu menjadi peran elaboratif. Sebab bangsa ini terlalu besar untuk di kerjakan satu kelompok, membutuhkan banyak kelompok,” tegasnya.

Sedangkan CEO Komunikonten and Global Influencer School, Hariqo Satria Wibawa mengajak kepada seluruh anak muda agar sama-sama merawat dan menjaga persatuan dan kesatuan NKRI melalui media digital.

Dalam menggunakan media digital, Hariqo meminta masyarakat agar memahami etika media sosial. Bermedia sosial, kata Hariqo harus bisa dijadikan solusi. Motivasinya bukan hanya duit semata, tetapi untuk menyelesaikan masalah. Yang paling penting menurut Hariqo adalah memberdayakan profesi-profesi, seperti akademisi harus aktif di media sosial untuk memberikan pendapatnya.

“PMI harus menjadi motivasi penggerak bagi anak bangsa. Kita dalam gerakan digital ini internet perlu, ngumpul juga perlu,” pesannya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
DAMAC Digital Siap Jadikan...
DAMAC Digital Siap Jadikan Indonesia Kekuatan Digital Baru Asia
AS Berencana Kirim Starlink...
AS Berencana Kirim Starlink untuk Hidupkan Layanan Internet Iran
China Curigai Proses...
China Curigai Proses Pembelian Manus oleh Meta
Cloudflare Ungkap Tren...
Cloudflare Ungkap Tren Penggunaan Internet 2025 Naik 19%
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Rekomendasi
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
Pendidikan Sugiono,...
Pendidikan Sugiono, Anak Ideologis Prabowo yang Jadi Sekjen Gerindra
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved