Masker FFP3 Cegah Petugas Medis Tertular Virus dari Pasien COVID-19
Rabu, 30 Juni 2021 - 01:09 WIB
loading...
Penelitian Cambridge University Hospitals NHS Foundation Trust menyebutkan, kualitas masker wajah yang dipakai petugas kesehatan membuat perbedaan besar pada risiko infeksi virus corona. Foto/dok
A
A
A
LONDON - Penelitian Cambridge University Hospitals NHS Foundation Trust menyebutkan, kualitas masker wajah yang dipakai petugas kesehatan membuat perbedaan besar pada risiko infeksi virus corona.
Mengenakan masker bermutu tinggi yang dikenal sebagai FFP3 dapat memberikan perlindungan petugas medis dari paparan virus corona hingga 100%. Hasil penelitian ini telah diterbitkan dalam makalah pra-cetak yang belum ditinjau oleh rekan sejawat.
BACA: Wu Lien Teh, Dokter Malaysia Penemu Masker Wajah Peredam Virus Corona
Tahun lalu, sbagian besar rumah sakit menetapkan bahwa petugas kesehatan harus memakai masker bedah, kecuali dalam beberapa situasi terbatas. Masker ini relatif tipis dan longgar dan tidak dimaksudkan untuk menyaring aerosol menular.
Dengan masker medis , studi tersebut menemukan bahwa staf yang merawat pasien Covid di bangsal "merah" menghadapi risiko hingga 47 kali lebih tinggi daripada staf di bangsal "hijau" atau non-Covid.
Peneliti utama Dr Mark Ferris, seorang spesialis kesehatan kerja di rumah sakit, mengatakan staf medis terinfeksi Covid meskipun melakukan semua protokol dalam pengendalian infeksi.
Ketika gelombang kedua pandemi mulai melanda Desember lalu, para manajer di Cambridge membuat keputusan lokal untuk meningkatkan perlindungan di bangsal merah.
Mengenakan masker bermutu tinggi yang dikenal sebagai FFP3 dapat memberikan perlindungan petugas medis dari paparan virus corona hingga 100%. Hasil penelitian ini telah diterbitkan dalam makalah pra-cetak yang belum ditinjau oleh rekan sejawat.
BACA: Wu Lien Teh, Dokter Malaysia Penemu Masker Wajah Peredam Virus Corona
Tahun lalu, sbagian besar rumah sakit menetapkan bahwa petugas kesehatan harus memakai masker bedah, kecuali dalam beberapa situasi terbatas. Masker ini relatif tipis dan longgar dan tidak dimaksudkan untuk menyaring aerosol menular.
Dengan masker medis , studi tersebut menemukan bahwa staf yang merawat pasien Covid di bangsal "merah" menghadapi risiko hingga 47 kali lebih tinggi daripada staf di bangsal "hijau" atau non-Covid.
Peneliti utama Dr Mark Ferris, seorang spesialis kesehatan kerja di rumah sakit, mengatakan staf medis terinfeksi Covid meskipun melakukan semua protokol dalam pengendalian infeksi.
Ketika gelombang kedua pandemi mulai melanda Desember lalu, para manajer di Cambridge membuat keputusan lokal untuk meningkatkan perlindungan di bangsal merah.
Lihat Juga :