Wisma Atlet Luber, Mutasi Delta B1617.2 Bikin Jakarta Was-Was
Selasa, 15 Juni 2021 - 21:04 WIB
loading...
A
A
A
Ia juga mengungkapkan, kapasitas keterisian tempat tidur isolasi atau Bed Occupancy Rate (BOR).juga naik signifikan per 14 Juni kapasitas tempat tidur isolasi sebanyak 7.341 terisi 5.752 atau sudah menyentuh 78% hanya dalam 2 minggu dan ICU sebesar 1.086 terisi 773 atau 71%.
“Dari 78% keterisian tempat tidur tersebut 25 persennya merupakan warga luar DKI Jakarta dan komitmen kami tetap untuk tak membeda-bedakan pelayanan, tetapi ini menjadi peringatan bahwa virusnya tak mengenal batas wilayah,” terangnya.
Sementara itu, Koordinator lapangan sekaligus Humas RSDC Wisma Atlet Kemayoran Letkol TNI M Arifin meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di ibu kota.
Menurut dia, lonjakan pasien Covid-19 di Wisma Atlet didominasi warga Jakarta akibat klaster Lebaran. “Jalan harusnya sepi, jangan macet seperti ini berarti kan mobilisasi orang tidak dikendalikan," ungkapnya.
"Saran saya PSBB atau PPKM perketat dulu seminggu dua minggu sampai nanti landai biar kita bisa fokus menangani pasien dengan baik. Kalau sudah landai silakan diatur secara bertahap lagi. Kalau sekarang ini harus diatur benar, klaster kantor juga harus diatur benar," tandas Arifin.
“Dari 78% keterisian tempat tidur tersebut 25 persennya merupakan warga luar DKI Jakarta dan komitmen kami tetap untuk tak membeda-bedakan pelayanan, tetapi ini menjadi peringatan bahwa virusnya tak mengenal batas wilayah,” terangnya.
Sementara itu, Koordinator lapangan sekaligus Humas RSDC Wisma Atlet Kemayoran Letkol TNI M Arifin meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di ibu kota.
Menurut dia, lonjakan pasien Covid-19 di Wisma Atlet didominasi warga Jakarta akibat klaster Lebaran. “Jalan harusnya sepi, jangan macet seperti ini berarti kan mobilisasi orang tidak dikendalikan," ungkapnya.
"Saran saya PSBB atau PPKM perketat dulu seminggu dua minggu sampai nanti landai biar kita bisa fokus menangani pasien dengan baik. Kalau sudah landai silakan diatur secara bertahap lagi. Kalau sekarang ini harus diatur benar, klaster kantor juga harus diatur benar," tandas Arifin.
(wbs)
Lihat Juga :